Main Menu

Ratusan Guru Agama Islam Dikirim ke Perbatasan

Rosyid
12-12-2017 05:28

Para guru Pendidikan Agama Islam yang akan bertugas di wilayah Terluar, Terdepan, dan Teringgal. (Dok. Dit PAI Kemenag/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melepas 110 (seratus sepuluh) Guru Pendidikan Agama Islam untuk berkiprah di sejumlah daerah 3T (Terdepan Terluar dan Tertinggal) Indonesia, Senin (11/12). 

 

Guru yang berasal dari sejumlah wilayah Indonesia ini terbagi dalam dua program utama. Pertama, Program Bina Kawasan (Bantuan Insentif Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan di Wilayah Perbatasan) dengan merekrut 50 (lima puluh) Guru Pendidikan Agama Islam (6 perempuan dan 44 laki-laki) yang berlatar belakang pendidikan pesantren dan lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam. 

 

Mereka akan ditempatkan di 25 (dua puluh lima) kabupaten daerah 3T di 19 provinsi. Di antara daerah yang dituju adalah Atambua dan Rote Ndau Nusa Tenggara Timur, Nunukan Kalimantan Utara, Kepulauan Aru Maluku, Natura Kepulauan Riau, Sorong Papua Barat, Pulau Derawan dan Pulau Maratua Kalimantan Timur, Toli-Toli Sulawesi Tengah, serta sejumlah daerah tertinggal lainnya.

 

Kelima puluh peserta program Bina Kawasan akan mendampingi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di sekolah dan pendidikan keagamaan Islam di masyarakat lokasi sasaran, selama 12 (dua belas) bulan penuh. Kementerian Agama memfasilitasi dan memberikan pembiayaan secara penuh kepada seluruh peserta yang meliputi living cost, biaya kesehatan dan asuransi, transportasi lokal, akomodasi, dan biaya pengembangan program. 

 

Kedua, program visitting teacher dengan melibatkan 60 (enam puluh) guru Pendidikan Agama Islam (GPAI SD, SMP dan SMA masing-masing 20 orang) yang akan diterjunkan ke sejumlah daerah 3T selama sepekan. Program ini didedikasikan untuk mendalami problem dan menawarkan solusi atas penyelenggaraan dan metodologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Dengan program ini, diharapkan dapat terjadinya tranformasi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam yang lebih baik di sejumlah daerah 3T. 

 

Di samping itu, program visitting teacher ini memberikan kesempatan kepada guru Pendidikan Agama untuk mengambil hikmah dan proses pembelajaran dari masyarakat yang kurang menguntungkan secara nyata.Daerah sasaran program visitting teacher ini antara lain, Bau-Bau Sulawesi Tenggara, Tidore Maluku Utara, Flores NTT, Karimun Kepulauan Riau, dan sejumlah daerah 3T lainnya.

 

"Kedua program ini merupakan wujud nyata dari upaya Direktorat Pendidikan Agama Islam untuk menjadikan daerah 3T sebagai halaman depan Indonesia yang aman, nyaman, dan damai. Semoga Allah SWT menempatkan program ini sebagai bagian dari amal jariyah kita," kata  Direktur Pendidikan Agama Islam  Dr. H. Imam Safei, M.Pd dalam keterangan tertulisnya pada Gatra.com. "Direktorat Pendidikan Agama Islam terdorong untuk membentengi Daerah 3T itu dari anasir pemikiran keislaman yang transnasional serta gerakan yang merapuhkan keindonesiaan," tambahnya.

 

Direktorat Pendidikan Agama Islam   berkontribusi dalam memberikan corak pemahaman keislaman kepada lebih dari 80% siswa di sekolah dasar hingga menengah Indoneisa. Meski dengan porsi waktu belajar sangat terbatas, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam mengamalkan ajaran Islam sehari-hari.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
12-12-2017 05:28