Main Menu

Menteri Agama : LGBT Harus Dirangkul agar Kembali ke Jalan yang Benar

Mukhlison Sri Widodo
18-12-2017 18:52

Menteri Agama Lukman Hakim Syaefudin (Antara/Weli Ayu Rejeki/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin menegaskan perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) tak bisa ditoleransi di kehidupan masyarakat Indonesia. Namun Menag meminta kalangan agama merangkul, bukan malah menghukum mereka.



“Meski keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan LGBT tidak dapat dipidanakan, hukum atau norma agama tidak membenarkan tindakan ini. LGBT sama seperti kumpul kebo,” kata Menag usai membuka Gebyar Kerukunan 2017 di GOR UNY, DI Yogyakarta, Senin (18/12).

Di Indonesia, hukum agama sudah diterapkan dalam undang-undang perkawinan yakni negara mengatur perkawinan yang sah adalah perkawinan yang melibatkan dua jenis kelamin berbeda.

Menag memastikan, meski perilaku LGBT tidak termasuk ranah pidana, secara umum agama menyatakan bahwa perilaku LGBT menyimpang dan merusak tatanan sosial masyarakat.

“Karena itu saya meminta kepada semua pemangku dan kalangan agama untuk tidak memusuhi atau menjauhi individu yang memiliki perilaku LGBT, tapi merangkul supaya kembali ke jalan yang benar,” jelasnya.

Menurut Menag tindakan merangkul kembali LGBT sesuai ajaran semua agama bahwa  pemeluk agama wajib mengajak kembali ke  hakekat sebagai manusia.

MK menolak permohonan gugatan guru besar IPB Eues Sunarti untuk meluaskan pasal asusila dalam pasal 284, 285, dan 292 KUHP. Euis menggunggat agar kaum LGBT dan kumpul kebo bisa dipidanakan dan dipenjara.

Dasar penolakan MK adalah kewenangan menambah unsur pidana baru ada di tangan pemerintah dan DPR.


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
18-12-2017 18:52