Main Menu

Alissa Wahid: Lawan Politik Jokowi Andalkan Sentimen Agama

Mukhlison Sri Widodo
04-01-2018 14:27

Alissa Wahid (paramadina-pusad.or.id/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com- Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Qotrunnada Munawaroh atau Alissa Wahid mengatakan narasi kebencian bahwa ‘rezim Jokowi Antiislam’ akan sering digunakan dalam ajang politik tahun ini hingga pemilihan presiden 2019. Narasi kebencian tersebut akan terus diproduksi ulang oleh lawan politik Jokowi.

Alissa menyatakan narasi ‘rezim Jokowi Antiislam’ telah diembuskan sejak pilkada DKI Jakarta lalu.

“Ini merupakan kesimpulan dari pemetaan narasi kebangsaan yang sudah dilakukan Jaringan Gusdurian. Lawan politik Jokowi masih mengandalkan sentimen keagamaan dan kebencian untuk memenangkan pemilu,” katanya, di Sleman, Rabu (3/1).

Menurut Alissa, tuduhan itu sebenarnya tidak terbukti dengan aktivitas Jokowi yang berkunjung ke banyak tokoh agama, kyai, pondok pesantren, dan ormas kegamaan besar seperti NU-Muhammadiyah. Selain itu, banyak kepentingan umat Islam yang diakomodasi oleh Presiden Jokowi.

Namun, narasi tersebut akan terus digulirkan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi politik dan berbeda kepentingan dengan pemerintahan saat ini.

Narasi ini, menurut Alissa, akan menjadi sampah di masyarakat dan menjadi sesuatu yang mencemaskan. Melihat pengalaman pilkada DKI Jakarta, ketika pengusung sentimen keagamaan dan kebencian menang, narasi yang memecah belah bangsa ini akan terus dihidupkan.

“Masyarakat Indonesia, dari survei Pure Riset Global, hampir 93 persen menganggap agama adalah faktor terpenting dalam kehidupan,” katanya.

Sebagai solusi, Alissa menekankan agar pemerintah menggandeng 22 persen umat Islam Indonesia yang belum berafiliasi dengan ormas Islam NU dan Muhammadiyah.

Menurut Alissa, sentimen agama dan ujaran kebencian sering diproduksi oleh kelompok umat Islam di luar NU dan Muhammadiyah tersebut seperti isu Ahmadiyah pada 2005-2012, Syiah pada 2013, LGBT dan komunis pada 2014.

“Selain narasi antiislam, narasi antiaseng dan antiasing saya kira juga akan diusung oleh para musuh politik pemerintah. Ini yang kami rasa paling mencemaskan,” katanya.


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
04-01-2018 14:27