Main Menu

Wapres JK: Perlu Kajian Cegah Paham Keagamaan yang Menyimpang

Anthony Djafar
23-01-2018 05:26

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Antara/Zabur Karuru/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) berpesan agar Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) turut berperan dalam merevitalisasi masjid. 

 

“Revitalisasi itu antara lain berbentuk perbaikan fasilitas ibadah di masjid dan program pemberdayaan ekonomi umat,” kata Wapres saat menerima beberapa pengurus pusat AMKI yang dipimpin ketua umumnya Hermawan Kresno Dipojono, di kantor Wakil Presiden, Jl Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Wapres yang juga merupakan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu kembali berpesan agar AMKI turut berperan dalam merevitalisasi masjid. Diantaranya seperti perbaikan akustik masjid menjadi salah satu hal yang mendesak. 

“Ada 75 persen masjid kita memiliki sound system yang kurang layak. Padahal, 80 persen aktivitas di masjid adalah mendengar ceramah dan sebagainya, sedangkan  20 persen sisanya berupa salat dan doa,” katanya.

Wapres mengatakan bahwa dengan kurikulum kajian keislaman yang disusun dengan baik, masjid kampus dapat berkembang menjadi semacam pesantren yang mendukung fungsi perguruan tinggi sebagai wadah pengembangan karakter mahasiswa. 

“Ini sejalan dengan amanat UUD 1945 untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Wapres menyebut lebih dari 300 masjid kampus di seluruh Indonesia, diharapkan fokus pada pengembangan kapasitas keilmuan bagi jemaahnya yang mayoritas merupakan mahasiswa dan akademisi.

“Tidak hanya memakmurkan masjid, jemaah juga harus dimakmurkan oleh masjid,” kata Wapres.

Tak lupa Wapres mengingatkan bahwa selain target pemenuhan wacana keislaman terpenuhi, juga perlu kajian di masjid yang berkurikulum sehingga dapat mencegah tersebarnya pemahaman keagamaan yang menyimpang.

Adapun menyangkut pemberdayaan ekonomi, Wapres yang didaulat menjadi Ketua Badan Kehormatan AMKI mengatakan, program ini hendaknya berbentuk pelatihan-pelatihan yang memotivasi dan membekali jamaah dengan keterampilan membangun usaha. 

“Kita tidak ingin masjid membangun lembaga usaha sendiri. Kita mendorong jamaah untuk membangun usaha. Setelah berhasil, mereka akan berinfak ke masjid,” kata Wapres.

Turut mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres Bambang Widianto, dan Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Umum Alwi Hamu.


Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
23-01-2018 05:26