Main Menu

Bamsoet Dorong Polri Usut Motif Teror Pemuka Agama

Ervan
12-02-2018 20:14

Ketua DPR Bambang Soesatyo. (GATRA/ Wem Fernandes/re1)

Jakarta, Gatra.com- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo mengecam aksi penyerangan kepada para pemuka agama yang marak belakangan ini. Politisi asal Golkar itu meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut mengantisipasi peningkatan potensi ancaman gangguan ketertiban dan keamanan.

 

“Komisi I DPR perlu mendorong TNI dan BIN untuk mengantisipasi situasi keamanan, ketertiban, dan kenyamanan dalam kehidupan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet ini di Jakarta, Senin (12/2).

 

Menurutnya, insiden penyerangan yang telah memakan korban tentu mengundang keprihatinan. Namun, politikus Golkar itu juga mengharapkan insiden serupa tak terjadi lagi. Ia menyayangkan potensi gangguan keamanan kepada tokoh agam terus terjadi berulang.

 

Karena itu Bamsoet meminta Komisi III DPR yang menjadi mitra Polri agar mendorong Korps Bhayangkara segera mengusut tuntas berbagai kasus penyerangan terhadap pemuka agama. “Sekaligus membongkar motif dan latar belakang penyerangan terhadap para pemuka agama, mengingat kejadian tersebut sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi untuk memicu perpecahan antar umat beragama,” tegasnya. 

 

Selain itu, Bamsoet juga mengimbau semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri. “Saya minta masyarakat tidak mudah terpancing dan tidak menjadikan insiden ini sebagai provokasi SARA,” ucapnya.

 

Dalam dua pekan terakhir sudah terjadi empat kali penyerangan terhadap tokoh agama. Yang pertama adalah penganiayaan terhadap pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (Mama Santiong) yang diserang usai salat subuh pada 27 Januari 2018 lalu. 

 

Selang beberapa hari kemudian, Komando Brigade PP Persis Ustadz Prawoto juga dianiaya pada 1 Februari lalu di Bandung. Nahas, Ustadz Prawoto akhirnya meninggal dunia. 

 

Berikutnya persekusi warga juga terhadap Biksu Mulyanto Nurhalim asal Desa Babat, Tangerang, Banten, Sabtu lalu (10/2). Nurhalim dipaksa menandatangani surat perjanjian supaya tak menggelar kegiatan peribadatan di desanya sendiri. 

 

Yang terakhir adalah penyerangan di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta saat Romo Karl Edmund Prier sedang memimpin misa pagi, Minggu (11/2). Dengan bersenjata pedang, pelaku bernama Suliyono asal Banyuwangi itu juga menyerang sejumlah jemaah gereja. 

  


 Reporter: Ervan Bayu

Editor : Birny Birdieni

 

 

 

Ervan
12-02-2018 20:14