Main Menu

Geger Sa’i Membaca Pancasila, Pemerintah Arab Saudi Protes

Rohmat Haryadi
28-02-2018 00:10

Sa'i yang membaca Pancasila itu (Istimewa)

Jakarta, Gatra.com -- Aksi sa'i, lari-lari kecil antara Shofa dan Marwah, sambil membaca Pancasila dan Nasyid Ya Lal Wathon (Syair Cinta Tanah Air) yang dilakukan jamaah asal Indonesia berbuntut perkara. 

 

Kabarnya, Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menerima protes keras dari Pemerintah Arab Saudi terkait aksi jamaah Indonesia itu. Berita ini beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp, sejak Selasa (27/02) lalu.

Terkait hal tersebut, Kedubes RI di Arab Saudi menyampaikan klarifikasi. Antara lain, sebagai pelayan ekspatriat Indonesia (Mughtaribin) di Arab Saudi, Dubes RI, Agus Maftuh Abegebriel sangat menyayangkan terjadinya aksi yang “tidak biasa” di Mas'a (tempat melakukan ibadah Sa'i) yang dilakukan oleh segelintir jamaah umrah Indonesia.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tugas perlindungan seluruh ekspatriat Indonesia yang tinggal (muqimin), umrah, haji atau yang sedang berkunjung ke di atau ke Arab Saudi menjadi tanggung jawab Perwakilan RI di Arab Saudi. 

Jika ada Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi yang melakukan tindakan di luar kepatutan dan norma-norma yang berlaku, maka secara diplomatik yang akan diprotes pertama kali oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi adalah Dubes RI sebagai Pelayan Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi.

Aksi di Mas'a tersebut berpotensi untuk mengganggu hubungan diplomatik Indonesia - Arab Saudi yang saat ini sedang berada di masa keemasan.

Kepada seluruh ekspatriat Indonesia yang sedang atau akan berkunjung ke Arab Saudi, dihimbau untuk mematuhi peraturan, kepatutan dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi.

"Untuk diketahui bersama, pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang keras segala bentuk upaya yang mempolitisasi Umrah dan Haji," kata pesan berantai dari KBRI di Arab Saudi.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
28-02-2018 00:10