Main Menu

Lecehkan Syariat Islam, MUI Minta Sukmawati Belajar Lagi

Iwan Sutiawan
03-04-2018 11:46

Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo. (Dok. Youtube/@MTATV/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo, menyesalkan dan prihatin atas puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul "Ibu Indonesia" yang dibacakannya dalam acara Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/3).

Anton mengaku prihatin sebab puisi tersebut dinilainya melecehkan syariat Islam karena menyebut 'suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan adzanmu. Dan konde di kepala Ibu Indonesia lebih indah daripada hijabmu'.

"Melecehkan syariat yang sangat dimuliakan, adzan dan jilbab diagungkan dan dihormati umat Islam sedunia. Saking mulianya adzan, Nabi SAW melarang kita bicara ketika mendengar adzan dikumandangkan," kata Anton, Selasa (3/4).

Menurutnya, hal itu sesuai sabda Nabi Muhammad SAW, "Siapa yang bicara ketika dengar adzan dikumandangkan ia akan kepayahan ketika sakaratul maut. Begitulah keagungan adzan, kok dilecehkan," ujarnya.

Tokoh-tokoh dan juga para ilmuwan barat pun, lanjut Anton, banyak yang kagum dengan adzan yang merupakan tanda waktunya umat Islam untuk berdoa. Bahkan banyak di antara tokoh-tokoh tersebut yang menjadi mualaf setelah mendengarkan adzan.

"Antara Prof Garry Miller, pakar matematika dan lain-lain. Bahkan aktor dan sutradara AS ternama pemenang Academy Award Morgan Freeman yang Nasrani itu bilang, bahwa adzan tanda waktu-waktu berdoa umat Islam adalah suara terindah di dunia yang ia dengar," katanya.

"One of the most hounting and beautiful sounds in the world is Moslem call to prayer," kata Anton mengutip pernyataan Morgan Freeman tentang pendapatnya soal adzan.

Demikian pula tentang jilbab atau hijab bagi kaum Muslimah, lanjut Anton, kini digandrungi oleh wanita-wanita non muslim karena ternyata ajaran Islam khususnya tentang jilbab menaikkan kehormatan kaum hawa.

"Satu per satu kebenaran Islam terkuak dengan saintek dan peradaban yang lebih humanis. Saya sarankan untuk Sukmawati jika tak tahu syariat Islam, belajarlah syariat Islam, jangan malah melecehkan," kata Anton yang juga pengurus di ICMI.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
03-04-2018 11:46