Main Menu

MUI akan Undang Sukmawati

Rosyid
04-04-2018 11:17

Sukmawati Soekarnoputri. (Dok. GATRA/Abdul Malik MSN/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Majelis Ulama Indonesia akan mengundang Sukmawati Soekarnoputri untuk memberikan klarifikasi soal puisi yang dinilai mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolong (SARA).

"Seharusnya beliau lebih bijak dalam memilih diksi dalam mengungkapkan narasi puisinya, sehingga tidak membuka ruang interpretasi yang dapat menimbulkan kesalah pahaman dan ketersinggungan pihak lain, khususnya umat Muslim, karena masalahnya menyangkut hal yang sangat sensitif yaitu tentang ajaran agama," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/4).

Dalam pertemuan itu nantinya, MUI berharap putri proklamator RI Ir. Soekarno bisa memberikan klarifikasi dan penjelasan atas puisi yang dibacakannya tersebut untuk mengetahui maksud yang terkandung di dalamnya. Dari klarifikasi itu diharapkan bisa meredam kegaduhan dan segera dicarikan solusinya.

MUI juga meminta meminta kepada masyarakat luas khususnya umat Islam agar tetap tenang dan tidak terpengaruh untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Karena hal itu justru akan menodai ajaran Islam yang sangat luhur.

"Islam mengajarkan kepada umat Muslim untuk melakukan proses tabayun (klarifikasi) dalam setiap menerima berita. Islam mengajarkan kepada umat Muslim untuk menolong saudaranya yang berbuat zalim dan juga yang dizalimi. Dan ajaran Islam juga mengajarkan kepada kita semuanya untuk saling berwasiyat dan menasihati dalam masalah kebaikan dan kesabaran.

Mari kita amalkan ajaran Islam yang mulia itu semoga Allah SWT menolong kita," tutupnya.

Sukmawati membacakan puisi berjudul "Ibu Indonesia" dalam pagelaran busana Anne Avanti di Jakarta Concention Center (JCC) akhir pekan lalu. Puisinya dianggap menyinggung ajaran agama, seperti syariat Islam, penggunaan cadar, hingga alunan azan. Sukmawati sudah dilaporkan ke polisi atas tuduhan penistaan agama.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
04-04-2018 11:17