Main Menu

Kapolri Sempatkan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Iwan Sutiawan
19-05-2018 18:46

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (ANTARA/Indrianto Eko Suwarno/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian aktivitasnya bertambah sibuk setelah aksi teror terjadi di sejumlah daerah. Namun demikian, Tito tetap menyempatkan diri untuk buka puasa bersama anak yatim di rumah dinasnya di Jakarta, kemarin.

Tri Suswati, istri Kapolri Jenderal Pol Toto Karnavian, di Jakarta, Sabtu (19/5), menyampaikan, ini merupakan kegiatan rutin keluarga yang sudah dilakukan sejak lama, sebelum sang suami menjadi kapolri.

Bahkan, demi menjamu anak-anak yatim, Tri bersama ketiga anaknya sengaja memasak dan menyiapkan sendiri menu untuk berbuka. Setelah berbuka, Tito sering menjadi imam salat magrib yang kadang dilanjutkan dengan salat isya dan tarawih.

Aktivitas Kapolri bertambah padat dalam sepekan terakhir pascarentetan aksi terorisme di beberapa daerah. Aksi terorisme berawal dari insiden penyerangan narapidana teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (Jabar).

Setelah itu, aksi terorisme berlanjut dengan aksi bom bunuh diri di beberapa gereja di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), penyerangan di Mapolrestabes Surabaya, Mapolda Riau, dan beberapa tempat lainnya.

Insiden yang mengganggu keamanan nasional tersebut tentunya sangat mengurus pikiran dan perhatian Tito selaku orang nomor satu di Koprs Bhayangkara. Berbekal pengalaman dan selaku mantan Kadensus, Tito cepat menggerakkan tim untuk menangkap para terduga teroris di beberapa tempat untuk mencegah aksi serupa agar tidak meluas.

Tito dilansir Antara, menyampaikan di Polda Riau, pada Kamis (17/5), pihaknya berhasil menangkap delapan terduga teroris di sejumlah daerah di Provinsi Riau pascaserangan teroris di Mapolda Riau. "Kelanjutan kasus ini, ada delapan orang yang ditangkap oleh tim," katanya.

Menurutnya, pengungkapan para terduga teroris itu dilakukan tim gabungan dari Mabes Polri, Polda Riau, dan Polres. Tim terus melakukan pengembangan dari pengungkapan tersebut.

Selain itu, Tito juga mengatakan, pihaknya masih mendalami jaringan terduga teroris yang melakukan penyerangan dan yang ditangkap. Akan tetapi, jika melihat serangkaian aksi teror yang terjadi mulai dari Mako Brimob, Surabaya, hingga Mapolda Riau, Tito mensinyalir merupakan dari jaringan yang sama, yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Saya sudah sampaikan, semua yang laksanakan kegiatan [terorisme] Jamaah Ansharut Daulah. Saya berani tunjuk hidung karena 3-4 tahun kami melihat pengembangan dari kelompok jaringan ini," ujarnya.

Empat tersangka teroris mati dalam upaya penyerangan yang terjadi di Mapolda Riau pada Rabu (16/5) pagi. Hasil dari identifikasi, seluruh tersangka berasal dari Kota Dumai.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
19-05-2018 18:46