Main Menu

Bazis DKI Akhirnya Gabung BAZNAS

Rosyid
07-06-2018 17:01

Ketua BAZNAS Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno bersalaman. (Dok.Baznas/yus4)

Jakarta, Gatra.com - BAZNAS dan Pemerintah Provinsi DKI sepakat membentuk kembali badan zakat yang kini bernama Bazis DKI menjadi BAZNAS Provinsi DKI.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan antara Ketua BAZNAS Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (7/6).

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Bazis DKI segera menyesuaikan diri dengan UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Beberapa hal penting yang harus disesuaikan dengan aturan tersebut adalah soal nama, mekanisme pemilihan komisioner dan transparansi penggunaan dana umat.

"Pemprov DKI akan segera membentuk tim untuk melakukan sinkronisasi,” ujar Wagub Sandiaga.
Tim tersebut akan dipimpin oleh asisten Kesra Pemprov DKI. Wagub Sandi juga menegaskan, nama Bazis DKI akan segera disesuaikan dengan aturan.

Sesuai aturan, nama badan zakat pemerintah adalah BAZNAS yang diikuti dengan daerah. Namun mempertimbangkan sejarah Bazis DKI yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, maka besar kemungkinan nama ini masih akan dicantumkan di belakang BAZNAS.

"Kami juga komitmen untuk membuat laporan dua kali dalam satu tahun dan menjaga transparansi serta akuntabilitasnya. Laporan keuangan BAZNAS DKI "Bazis DKI" akan diaudit oleh kantor badan pemeriksa keuangan (BPK)," ujar Wagub Sandiaga.

Sandiaga menambahkan, komitmennya agar BAZNAS DKI meraih predikat Wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam penggunaan keuangan serta mngedepankan manfaat bagi masyarakat DKI.

Untuk mengelola dana APBD di Bazis DKI, maka akan dibentuk sekretariat yang berisi pegawai negeri sipil.

Setelah itu, BAZNAS dan BAZNAS DKI akan menggarap program kerja bersama yaitu membangun Rumah Sakit untuk para warga kurang mampu di Jakarta.

Bambang Sudibyo mengatakan, dengan masuknya Baznas DKI, maka BAZNAS sudah mengkordinaskan lembaga zakat milik pemerintah pada 34 provinsi, 418 kabupaten/kota dan 59 Lembaga Amil Zakat (LAZ).


Editor: Rosyid

 

 

 

Rosyid
07-06-2018 17:01