Main Menu

Kader NU Harus Jadi Penengah Keragaman Umat

Birny Birdieni
22-07-2018 21:42

Ketua umum PBNU Said Aqil Siradj. (Dok. PBNU/yus4)

Mataram, Gatra,com- Kader Nahdlatul Ulama (NU) harus mampu menjadi penengah sekaligus solusi bagi keragaman umat dan menebarkan rasa kasih sayang. Selain itu kader NU juga diminta untuk mendukung pemerintah dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Indonesia.

"Kader NU harus bisa menjadi penengah sekaligus menjadi solusi di tengah keberagaman umat," kata Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj saat membuka Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) sekaligus melakukan peresmian Gedung Laboratorium Gizi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB bersama Consulate-General of the People of China in Denpasar dan Silaturrahim Lintas Agama di Mataram, Minggu (22/7).

Said Aqil Siradz mengungkapkan, sejak lama NU selalu bersama pemerintah menjaga persatuan dan kesatuan. "Tidak pernah membeda-bedakan satu dengan yang lain," ia menegaskan.

Dikatakan Said Aqil, MKNU merupakan media peningkatan kapasitas instruktur dan narasumber. “Intinya akan bertugas melakukan kaderisasi anggota NU. Jadi intinya MKNU ini bertujuan untuk meneguhkan Ahlussunah wal-Jamaah," katanya menjelaskan.

Yakni sebagai sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem ‘aqli (rasionalis) dan ekstrem naqli (skripturalis) yang bersumber Al-Quran dan Sunnah. Serta menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik (ijma dan qiyas).

Sementara itu, Gubernur NTB TGB KH. Zainul Majdi mengharapkan agar MKNU ini bisa menjadi mercusuar ilmu. "Mudahan dengan sunnah yang kita warisi dari guru-guru kita, Manhaj Ahlusunnah wal Jamaah, paling tidak di NTB dan syukur-syukur di seluruh Indonesia, saatnya menjadi Manhaj Wassati, yang implementasinya dimulai dari Indonesia lalu menyebar ke negara lain" ujarnya.

  • TGB ini juga mengingatkan pentingnya menjaga kesatuan dan saling mengisi di tengah perbedaan. Dalam Islam tidak ada benturan budaya dan peradaban, semua perbedaan diletakkan dalam kerangka saling mengenal dan saling mengisi. “Ini bagian dari saling mengisi saling belajar saling mendekat dalam kebaikan" tandas TGB.

Reporter: Hernawardi
Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
22-07-2018 21:42