Main Menu

Bulan Merah Darah, Begini Tata Cara Shalat Gerhana

Rohmat Haryadi
27-07-2018 19:40

Bulan Merah Darah (Shutterstock) 

Jakarta, Gatra.com -- Malam ini gerhana bulan menghiasi langit Jakarta. Gerhana bulan total Sabtu dini hari terjadi saat bulan berada posisi terjauh dari Bumi. Gerhana saat punama terjauh itu (micro-moon) terjadi pada dini hari, 28 Juli 2018 (malam Sabtu) di langit barat. Fase gerhana sebagian mulai pukul 01.24 sampai pukul 05.19 WIB (untuk WITa dan WIT menyesuaikan). "Pada rentang waktu tersebut disunnahkan shalat gerhana bulan," kata Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

 

Nah, bagaiamana tata cara shalat gerhana? Ada yang mengatakan shalat gerhana seperti shalat sunnah dua rakaat biasa. Pendapat yang kuat, shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at. Setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud. Adapun tata cara shalat gerhana adalah:

1. Berniat di dalam hati dan tidak dilafadkan.

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

3. Membaca do’a iftitah, berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah). Bacaan dikeraskan.

4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya (lama).

5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan Sami’allahu liman hamidah, robbana walakal hamd.

6. Tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang yang lebih pendek dari yang pertama.

7. Ruku’ kedua yang lebih singkat dari ruku’ sebelumnya.

8. Bangkit dari ruku’ (i’tidal).

9. Sujud yang lamanya seperti ruku’. Duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.

10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama. Bacaan dan gerakan lebih singkat dari sebelumnya.

11. Tasyahud.

12. Salam.

13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
27-07-2018 19:40