Main Menu

TGB Buka Konfrensi Ulama Internasional di Lombok

Birny Birdieni
27-07-2018 23:39

Konferesi Ulama Internasional di Lombok. (GATRA/Hernawardi/yus4)

Mataram, Gatra.com- Islam moderat atau washatiyatul Islam dalam prespektif Ahlussunah wa Jama'ah akan memberikan kedamaian dalam kehidupan umat manusia. Terlebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Demikian hal itu ditegaskan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka Konferensi Ulama Internasional, di Islamic Center, NTB, Jumat (27/07). Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ratusan delegasi dari 21 negara di dunia. Salah satunya termasuk mantan Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir Dr. Ibrahim Hudhud.

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menyebut, hilang pemahaman moderasi Islam menyebabkan peperangan dan perpecahan. Bahkan, berkembangnya paham Islam yang mengedepankan ekstrimisme, akan berujung pada tindakan terorisme.

Gubernur juga menegaskan bahwa pemikiran ahlusunah Wal jamaah, melalui pendiri-pendirinya telah banyak melahirkan karya yang tidak hanya bermanfaat bagi umat. Namun juga memberikan manfaat besar bagi seluruh elemen bangsa di Indonesia.

"Ketika moderasi Islam mulai dilupakan, ketika tidak lagi menjadikan washatiyatul Islam sebagai poros pemikirannya, maka mulailah terasa kegelisahan di tengah-tengah kita," ungkap TGB.

Sebagai Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, TGB juga mengingatkan seluruh anak bangsa hendaknya mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di sebagian negara Islam akhir-akhir ini. Yaitu, hilangnya pemikiran Islam moderat dan di satu sisi tumbuh subur pemikiran ekstrim.

Kondisi tersebut telah menyebabkan negara negara, seperti Suriah dab Irak dilanda peperangan berkepanjangan. "Apa akibat dari itu semua, yaitu hancur peradaban peradaban yang telah dibangun dengan fondasi yang kokoh," jelas TGB.

Karena itu, Gubernur TGB mengajak seluruh umat, bahkan seluruh elemen bangsa, untuk menjadikan moderasi Islam ini sebagai perekat persatuan, di tengah keberagaman yang berkembang di Indonesia. "Mari kita rapatkan barisan, mari kita kokohkan persaudaraan. Rasanya yang mampu merekatkan itu semua adalah pemikiran washatiyatul Islam," ajak TGB.


Reporter: Hernawardi
Edtor Birny Birdieni

 

Birny Birdieni
27-07-2018 23:39