Main Menu

Gerindra: PAN Gabung ke Jokowi Demi Lindungi Kader dari Hukum

Iwan Sutiawan
04-09-2015 01:55

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Waketum Gerindra), Arief Poyuono menilai bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke partai pendukung pemerintah bertujuan untuk mencari kenikmatan ekonomi dan meminta perlindungan hukum sejumlah kadernya yang terbelit kasus.

 

"Bergabungnya PAN ke Jokowi, saya duga untuk cari kenikmatan ekonomi dan perlindungan hukum kader-kadernya yang bermasalah," kata Arief di Jakarta, Kamis (3/9).

 

Menurutnya, perlindungan ekonomi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimotori saudagar PAN yang terkena dampak krisis ekonomi, serta sepi order dari pemerintahan Jokowi. Sepanjang "habit" sejarah, PAN tidak pernah di luar pemerintahan.

 

Perlindungan hukum diperlukan karena pimpinan PAN dipemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga tersentuh atau terseret tindak korupsi, seperti penyalahgunaan CSR Pertamina Foundation.

 

"Mereka terlibat dalam program penanaman 100 juta pohon. Pihak Bareskrim Mabes Polri sudah nyatakan ada tersangka. Saat CSR itu, yang menjadi Menhut adalah Zulkifli Hasan," katanya.

 

Begitu juga kasus tangkap tangan KPK terhadap gubenur Riau dan bupati Bogor terkait alih fungsi hutan. Mantan Menhut itu berkali kali diperiksa KPK sebagai saksi. Informasinya, dia diduga kuat akan jadi tersangka.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
04-09-2015 01:55