Main Menu

Fadli Tuding Anggota MKD ''Cari Panggung''

Tian Arief
13-10-2015 15:19

Fadli Zon selfie dengan seorang pendukung Donald Trump di Amerika Serikat (Ist)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menuding anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Junimart Girsang "cari panggung". Menurut politisi Partai Gerindra itu, pemanggilan dirinya oleh MKD merupakan salah satu bentuk politisasi. "Itu mempolitisir. Itu mengada-ada. Junimart Girsang lawan politik, mencari panggung. Mereka harus pelajari UU nya," kata Fadli, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/10).

Fadli mengaku tidak takut bila MKD menggunakan aparat keamanan, dalam hal ini Kepolisian, untuk memanggil paksa dirinya. "Silahkan saja, mana yang bisa menulis surat kepada polisi. Dia juga harus mengerti aturan, orang MKD jangan sok jagoan," ujar Fadli menegaskan.

MKD DPR RI, kemarin menjadwalkan pemanggilan Ketua dan Wakil Ketua DPR RI Setya Novanto dan wakilnya, Fadli Zon. Namun keduanya tidak hadir karena kegiatan yang dilakukan kedua pimpinan tersebut.

Fadli Zon beralasan, ketidakhadirannya atas panggilan MKD tersebut, karena isi surat panggilan MKD tidak jelas. "Saya sudah kirim surat. Pokok perkaranya apa? Masalah perkaranya apa? Pemanggilan terhadap teradu tidak disebut, apa yang mau diperiksa, atas perkara apa?" tuturnya, seperti dilaporkan Antara.

Oleh karena tak ada pokok perkara yang disebutkan dalam surat pemanggilan itu, Fadli menilai MKD telah menyalahi undang-undang.

"Di dalam surat itu tidak disebut pokok perkaranya apa. UU mengatakan, suatu undangan, harus disertakan dengan pokok perkara. MKD nggak bisa gitu dong, UU harus mensyaratkan," kata Fadli.

MKD melakukan pemanggilan terhadap kedua pimpinan DPR RI tersebut atas dugaan pelanggaran kode etik, karena keduanya menghadiri kampanye bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Junimart Girsang, beberapa waktu lalu, MKD telah menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk keduanya terkait kegiatan mereka saat berada di Amerika Serikat. Pemanggilan harus dilakukan agar masyarakat mengetahui yang dilakukan pimpinan DPR di negeri Paman Sam tersebut.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
13-10-2015 15:19