Main Menu

Demo di DPR, Mahasiswa Desak Parlemen Cabut Mandat Jokowi

Ervan
28-10-2015 20:13

Unjuk rasa mahasiswa diwarnai dengan aksi pembakaran (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Ratusan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Tarik Mandat (ATM) Jokowi-JK kembali melakukan aksi menuntut Jokowi-JK mundur di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10). Presidium ATM Beni Pramula mengatakan bahwa demo di hari Sumpah Pemuda ‎ini berangkat dari kegelisahan mahasiswa dan pemuda yang melihat bahwa 17 tahun reformasi tidak serta merta membuat rakyat semakin berdaulat dan sejahtera.

"17 tahun justru membuka peluang kekuatan di luar negara mengatur bagaimana dan ke mana negara ini mengarah. Jadi ada semacam corporatism behind the government," ujar ketua umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu di depan GedungbDPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10).

Keberlangsungan hidup negara ini, lanjut Beni, juga nyari bergantung pada kekuatan modal. Atas dasar itu, mahasiswa berpandangan bahwa sistem yang lahir dari reformasi ini, mesti dievaluasi dan dikritisi.

"Dalam momentum peringatan sumpah pemuda kali ini, kita akan bangun komitmen kebangsaan anak-anak muda untuk teriakkan narasi pembelaan atas kepentingan nasional kita dan perlawanan atas sistem yang liberal dan rezim anti rakyat," sambungnya.

Demo ini disambut langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Politisi Gerindra itu menemui pendemo dan ikut naik ke atas mimbar orasi. Dalam orasinya, Fadli Zon mengatakan akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke seluruh anggota dewan.

Fadli setuju dengan mahasiswa bahwa Pemerintah Jokowi-JK harus terus diingatkan tentang janji-janji kampanyenya. "Kita kritisi dan awasi, agar jangan sekadar janji-janji. Katanya mahasiswa diam-diam saja, ternyata saya saksikan sendiri mereka ke sini menyampaikan aspirasi. Saya akan teruskan aspirasi ini ke seluruh anggota dewan," ucapnya.

Dalam demo kali ini ada 3 tuntutan yang disuarakan mahasiswa. Pertama mendesak MPR RI untuk menggelar Sidang Istimewa mengembalikan UUD 1945 ke sebelum versi amandemen.

Kedua, mendesak para wakil rakyat segera menarik mandat rakyat untuk Jokowi-JK memimpin negeri. Terakhir, mendesak negara untuk segera menasionalisasi aset-aset asing Situasi sempat memanas karena lara demontran juga membakar ban di depan pintu masuk DPR dan melempar botol ke dalam area komplek parlemen. ‎


Reporter: Ervan Bayu      

Editor: Nur Hidayat

Ervan
28-10-2015 20:13