Main Menu

Fahri Hamzah: Laporan Sudirman Said Bentuk Serangan Eksekutif ke Legislatif

Ervan
24-11-2015 10:46

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (GATRA/Rifki M Irsyad)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai tindakan Menteri ESDM Sudirman Said yang melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo adalah tindakan intervensi lembaga eksekutif kepada legislatif. Menurutnya, laporan Sudirman ke MKD adalah tindakan ilegal.

 

"Trias politica itu sudah mengatur, dan itu termasuk intervensi atau contemp of parliament. Nah jadi saudara Sudirman Said datang pagi-pagi tanpa undangan itu sebetulnya ilegal itu, karena dia pakai kop surat menteri dan itu ilegal. Itu intervensi lembaga eksekutif terhadap lembaga legislatif," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).

 

Politisi senior PKS itu juga menilai Sudirman Said telah menyerang lembaga legislatif secara terbuka secara institusi. Menurut Undang-Undang MD3, Fahri menjelaskan diantara 3 lembaga negara tak boleh saling menyerang.

 

"Eksekutif dan yudikatif tak bisa menyerang legislatif. Sudirman said tak punya legal standing kecuali pembocoran diserahkan ke LSM lalu dilaporkan. Sudirman Said tak mengerti UU MD3. Jadi kalau seperti ini, eksekutif menyerang legislatif secara terbuka," imbuhnya.

 

Fahri pun menyebut bila kasus pencatutan nama Jokowi mengganggu kinerja dewan dan independensi DPR sebagai lembaga yang dipilih rakyat.

 

"Independensi legislatif itu tak bisa ditabrak. Tindakan Sudirman Said itu sebetulnya mengacaukan situasi kerja kita," tuturnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
24-11-2015 10:46