Main Menu

Hendardi: Tolak Periksa Setnov, Golkar Anti-Perubahan dan Koruptif

Iwan Sutiawan
01-12-2015 14:50

Ketua DPR RI Setya Novanto (GATRA/Jongki Handianto)

Jakarta, GATRAnews - Ketua Setara Institute Hendardi, di Jakarta, Selasa (1/12), menegaskan, Partai Golkar antiperubahan dan tetap memelihara praktik politik Orde Baru (Orba) yang koruptif dan tidak berkontribusi pada pemajuan pembangunan politik Indonesia, karena menolak memeriksa Ketua DPR Setya Novanto yang diduga melakukan pelanggaran kode etik, dalam kasus "papa minta saham" PT Freeport Indonesia.

"Arus penolakan pemeriksaan atas Setya Novanto yang dipelopori Golkar, menunjukkan bahwa Golkar antiperubahan dan tetap memelihara praktik politik Orde Baru yang koruptif," ujarnya menandaskan.

Selain itu, usulan Partai Golkar untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Freeport adalah cara usang dan politis untuk mengalihkan substansi persoalan. Dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto termasuk kategori pelanggaran kode etik yang bersifat berat dan berdampak pada sanksi pemberhentian sebagai anggota DPR.

"Pelanggaran itu juga berdimensi pidana penipuan dan atau pemerasan. Bahkan, potensial juga mengarah pada tindak pidana gratifikasi atau korupsi," kata Hendardi.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
01-12-2015 14:50