Main Menu

MKD Bisa Vonis Berhentikan Setnov dari Ketua DPR

Iwan Sutiawan
05-12-2015 17:34

Ketua DPR RI Setya Novanto (GATRA/Jongki Handianto)

Jakarta, GATRAnews - Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sudah bisa mengambil keputusan bahwa Setya Novanto (Setnov) telah melakukan pelanggaran kode etik berat, sehingga harus diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI.

"Dari sidang MKD jelas sekali, bahwa Novanto melakukan pelanggaran berat. MKD harus ambil keputusan dan memberhentikan Novanto," kata Hendardi, dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Sabtu (5/12)

MKD sudah bisa mengambil keputusan karena Presden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, telah mengkonfirmasi bahwa rekaman yang diputar itu sesuai dengan yang dimilikinya dan aslinya sekarang ada di Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Sudah cukup bagi MKD untuk mengambil keputusan kategori pelanggaran etik yang dilakukan Novanto, sehingga kegaduhan bisa berpindah ke jalur hukum," tandasnya.

Menurut Hendardi, sidang MKD sudah tidak relevan lagi dilanjutkan, karena malah terjadi kecenderungan persidangan mengada-ada dan melebar ke mana-mana, tidak fokus lagi pada masalah etik atau perilaku.

"Diputarulangnya rekaman dalam sidang MKD, juga hanya merupakan upaya membuat kabur hal yang sudah jelas. Jika dilanjutkan, anggota MKD pendukung Setya Novanto hanya akan mempertontonkan kebodohannya di depan publik," kata Hendardi.

Setelah MKD mengambil keputusan, skandal kasus persekongkolan jahat meminta saham Freeport ini diteruskan ke ranah hukum. Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus aktif melakukan langkah-langkah hukum.

"Jikalau para pendukung Setya Novanto memiliki hasrat tinggi membentuk Pansus Freeport, bisa saja selanjutnya dilakukan, tapi setelah MKD selesai memutuskan Novanto bersalah melakukan pelanggaran berat etik. Pansus Freeport adalah proses yang berbeda dan silahkan dikelola di luar MKD," katanya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
05-12-2015 17:34