Main Menu

Djan Ibaratkan Golkar Seperti Pernikahan yang Belum Diakui

Iwan Sutiawan
04-01-2016 14:48

Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz (ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz, mengibaratkan nasib Partai Golkar seperti "pernikahan yang belum diakui", karena Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Hamonangan Loaly belum menetapkan kepengurusan hasil Munas Bali, setelah membatalkan hasil Munas Ancol.

"Begini. Seumpanya ada suami-istri, surat nikahnya belum diakui. Setelah surat nikahnya diakui, ya resmi lah pernikahan itu," kata Djan kepada wartawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (4/12).

Djan memaparkan, jika Menkum HAM Yasonna sudah menyatakan salah satu kubu merupakan kepengurusan yang sah, lanjut Djan, maka kepengurusan DPP Partai Golkar itulah yang sah secara hukum.

"Dan anak-anaknya yang dilahirkan dari perkwinan itu, ya resmi. Kalau ngomong Golkar, yang pengurusan Ancol tidak diakui, turunan yang diakui ya kongres Bali, hasil dari pada kepengurusan Riau, ya itu kongres Bali. Ngapain diperdebatkan," ujarnya.

Djan menegaskan, Menkum HAM Yasonna harus berlaku sama terhadap PPP yang kini mengalami kisruh kepengurusan. "PPP sama saja, iya dong, masa perkawinan dua belah pihak, suami-istri yang surat nikahhnya belum disahkan, yang sudah disahkan ya kembali ketitik nol, seolah-olah belum ada," tuturnya.

Sedangkan tentang kepengurusan Golkar, Djan menilai hasil Munas Bali di bawah Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) merupakan pengurus yang sah, karena Yasonna telah mencabut Surat Keputusan (SK) kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol di bawah Ketua Umumum Agung Laksono.  

"Jadi, Bali itu otomatis sah, dan itu harus diakui. Itu kalau ngomong hukum. Kita ngomong bahasa basic dulu deh, jangan ngomong bahasa hukum, karena yang menterjemahkan bahasa hukumnya orang politik. Beda orang hukum sama orang hukum, orang politik sama orang politik," imbuhnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
04-01-2016 14:48