Main Menu

Romi Minta Djan Faridz Tidak Ikut Campur Reshuffle Kabinet Jilid II

Wem Fernandez
06-01-2016 19:09

Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz (ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy (Romi), meminta Ketua Umum (Ketum) DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz untuk tidak ikut mecampuri dalam reshuffle kabinet jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Hal ini dilontarkan Romi pasca rencana dicabutnya Surat Keputusan (SK) PPP hasil Muktamar Surabaya oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly dalam waktu dekat ini.

 

Setelah SK dicabut, Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz pun mengusung Romi sebagai Menteri Agama apabila Jokowi meminta jatah menteri dari partai berlambang Ka'bah ini. 


"Saya berterima kasih, tapi Pak Djan usul dalam kapasitas apa? Sebaiknya Pak Djan fokus pada rekonsiliasi PPP daripada urus kabinet‎," kata Romi saat dihubungi, Rabu (6/1).

Reshuffle kabinet adalah hak preogratif presiden yang tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun. Djan, kata Romi, tidak pantas membuat pernyataan seperti itu karena PPP saat ini masih dalam keadaan konflik

"Karena beliau kan pihak yang berselisih. Konflik saja belum selesai, ngapain urusan eksternal," tegas Romi.

Ketika ditanya hal apa yang harus dilakukan Djan Faridz apabila SK kepengurusannya sudah diterbitkan oleh Menkumham dan SK PPP hasil Muktamar Surabaya dicabut oleh Menkumham, Romi belum dapat memberikan komentarnya.

Sebab, saat ini pihaknya sedang menunggu sikap dan keputusan dari Menkumham. "Itu berita berikutnya, nanti saja," ujar Romi.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Wem Fernandez
06-01-2016 19:09