Main Menu

Johan Budi Bantah Sidak Jokowi Ke Hambalang Sindir SBY

Ervan
21-03-2016 12:55

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi (kiri)(ANTARA/Widodo S. Jusuf/re1)

Jakarta, GATRAnews - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke mega proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3) lalu masih berbuntut. Banyak yang  menilai sidak Jokowi tersebut merupakan sebuah manuver untuk menyindir secara halus mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Umum Partai Demokrat. Terlebih, kunjungan ke Hambalang berbarengan dengan agenda 'Tour De Java' SBY.

 

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi membantah bahwa kunjungan Jokowi tersebut untuk menyerang SBY. 

 

"Kunjungan Presiden meninjau proyek Hambalang semata concern Presiden terkait upaya menyelamatkan aset negara," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3). 

 

Johan Budi, yang menyertai Presiden Jokowi meninjau Hambalang, juga membantah bahwa kunjungan ke Hambalang tersebut sengaja diatur agar berbarengan dengan Tour De Java SBY dan elite Partai Demokrat lainnya. Sebab, dia menyatakan kunjungan ke proyek yang kondisinya memprihatinkan itu sudah direncanakan dari jauh-jauh hari. 

 

"Kunjungan itu sudah digagas jauh sebelum adanya Tour De Java. Dua minggu sebelumnya Presiden sudah meminta Menpora untuk mencari tahu situasi terkini proyek Hambalang," ujarnya. 

 

"Teman-teman kan sudah melihat bahwa fokus Presiden dalam konteks akselerasi pembangunan kan di infrastruktur  sehingga kunjungan ke Hambalang itu merupakan akselerasi itu sendiri. Beberapa waktu lalu kan tidak hanya mengunjungi bangunan di Hambalang tapi jalan tol dan lain-lain sebagainya. Tidak ada kaitannya dengan apa yang dilakukan Pak SBY," ujarnya.

 

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu kembali menegaskan bahwa Presiden Jokowi telah memerintahkan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk meneliti proyek yang mangkrak tersebut dari segi topografi maupun dari segi bangunannya. 

 

Setelah mendapatkan hasil dari penelitian dari Menteri Basuki, nantinya barulah akan diputuskan apakah mega proyek tersebut akan dilanjutkan atau tidak. 

 

"Disampaikan juga oleh presiden bahwa akan meminta BPKP untuk melakukan audit secara  menyeluruh terkait proyek Hambalang itu sendiri. Nanti akan dilakukan rapat terbatas juga," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
21-03-2016 12:55