Main Menu

Luar Biasa Itu Kalau Jokowi Tempatkan Setnov Sebagai Menteri ESDM

Wem Fernandez
19-05-2016 17:36

Setya Novanto (ANTARA/Wira Suryantala/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Desmond J Mahesa  menanggapi santai Partai Golkar yang menyatakan secara resmi keluar dari kelompok oposisi pemerintah. Pengesahan menjadi partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla itu disampaikan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali.

 

Berbagai analisis pun berkembang, bagi-bagi kue kekuasaan di kabinet kerja diprediksi bakal terjadi dengan reshuffle kabinet. Menurut Desmond, hal tersebut biasa saja dalam politik. Yang luar biasa jika Presiden Joko Widodo justru menempatkan Setya Novanto (Setnov) menggantikan Menteri ESDM, Sudirman Said. 

 

"Biasa saja menurut saya. Yang luar biasa itu kalau Jokowi menempatkan SN (Setya Novanto) menggantikan Menteri ESDM, SS (Sudirman Said)," jelasnya saat Konfrensi Pers Fraksi Gerindra di Kompleks Parlemen DPR RI, Kamis, (19/5). 

 

Setnov dalam Munaslub Golkar didapuk menjadi Ketua Umum pasca mundurnya Ade Komarudin. Usai terpilih, mantan Ketua DPR RI ini kembali menegaskan posisi Golkar yang akan mendukung pemerintahan Joko Widodo Jusuf Kalla untuk tiga tahun kedepan. 

 

Sebelumnya, Setnov juga pernah tersandung dalam permintaan saham PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo. Kasus yang menjadi olok-olokan publik dengan sebutan 'papa minta saham' ini sempat diproses di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). 

 

Kasus 'papa minta saham' ini dilaporkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said pada 16 November 2015. Laporan itu yang menempatkan Setnov sebagai "pesakitan" dalam Majelis Kehormatan DPR (MKD). Lewat voting disimpulkan Setnov melakukan kesalahan etik berat, namun MKD tidak mengambil keputusan akhir, karena sebelum pembacaan Vonis, Setya Novanto mengundurkan diri dari Ketua DPR.


Reporter: Wem Fernandez 

Editor: Dani Hamdani 

Wem Fernandez
19-05-2016 17:36