Main Menu

Pengamat: Lebih Baik Agus Yudhoyono Mengabdi Bersama TNI

Andhika Dinata
26-09-2016 18:38

Bakal Calon Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono (Antara/Rivan Awal Lingga/AK9)

Jakarta,GATRANews- Poros Cikeas yang terdiri dari gabungan empat partai, Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional resmi mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 2017 mendatang. Putra sulung Presiden SBY itu didapuk menjadi kandidat Gubernur setelah melewati proses dan komunikasi politik yang lumayan alot.

 


Keputusan SBY memilih Mayor Infanteri di Kesatuan Kostrad TNI Angkatan Darat yang usianya "baru" 38 tahun itu menuai komentar pro dan kontra. Di media sosial, pesan berantai soal itu bermunculan. Banyak yang mendukung pilihan itu, tak sedikit pula kalangan yang meragukannya. Agus dinilai masih produktif mengemban tugasnya di TNI Angkatan Darat. Jalur pendidikannya pun lumayan gemilang, meraih gelar Master of Science di bidang Strategic Studies dari Nanyang Technological University pada 2006, serta meraih gelar Master of Public Administration pada John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat. Beberapa kalangan menilai keputusan maju Agus Harimurti dalam kontes Pilkada menunjukkan kecerobohan politik.


Pengamat politik Emrus Sihombing menerangkan tugas, fungsi dan tanggungjawab seorang prajurit jauh lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara bila dibanding jabatan seorang Kepala Daerah. “TNI itu berjuang untuk keselamatan bangsa, NKRI di pundaknya, sementara politisi cenderung pragmatis”, ungkap Emrus ketika dihubungi GATRA News.


Menurut Direktur Eksekutif Emrus Corner itu tidak tepat pandangan bila memberikan dedikasi kepada negara harus menjadi politisi atau Kepala Daerah. Sumbangsih kenegaraan menurut Emrus dapat dibingkai dalam bentuk apapun termasuk pengabdian para prajurit TNI. “Sangat disayangkan dia (Agus) ini bagus di militer, smart, pernah pasukan perdamaian, kuliahnya di Amerika, harapan TNI ke depan,"ujarnya.


Usia Agus yang masih relatif muda dengan jenjang karier yang masih panjang terus Emrus haruslah menjadi pertimbangan. “Mundur dari TNI untuk berpolitik sangat tidak elegan, padahal yang kita tahu TNI itu perekatnya bangsa dan negara,”. Dosen Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) itu menghimbau agar partai pengusung mempertimbangkan kembali resiko penggadangan putra sulung SBY itu. “Saya justru menyarankan agar dia mengurunkan niat, jauh lebih produktif bagi dirinya dan bangsa ini,”kata Emrus.**


Reporter : Andhika Dinata
Editor : Bambang Sulistiyo

Andhika Dinata
26-09-2016 18:38