Main Menu

KPU : Tidak Mudah Menjadi Partai Peserta Pemilu 2019

Hendry Roris P. Sianturi
25-10-2016 11:03

Ilustrasi (Dok.GATRA/AR7)

Jakarta, GATRAnews - Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambangi KPU untuk berkonsultasi mengenai proses verifikasi menjadi partai peserta pemilu. Dalam rapat pleno antara PSI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah menyampaikan bahwa tidak mudah menjadi partai peserta pemilu 2019 karena harus melewati dua verifikasi yang ketat.

 

"Proses verifikasi modelnya berjenjang dan tidak kumulatif yaitu verifikasi administrasi dan faktual," katanya di gedung KPU, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Ferry, jika partai politik tidak dapat melengkapi administrasi seperti yang ditetapkan di Peraturan KPU, maka parpol tersebut tidak lulus verifikasi. "Dan tidak dilanjutkan ke verifikasi faktual. Sehingga tidak bisa ikut pemilu 2019," ujarnya.

Oleh karena itu kata Ferry, untuk melakukan kerja-kerja politik nasional dan daerah, yang harus diperhatikan partai baru pertama kali adalah pemenuhan syarat verifikasi. "Karena berdasarkan pengalaman, banyak upaya pengelabuhan dokumen keanggotaan partai," katanya.

Ferry mengungkapkan praktik dwi keanggotaan parpol pernah terjadi ketika proses verifikasi. Jika ketahuan, yang bersangkutan akan diminta memilih saltu parpol saja. Selain itu, ada juga parpol yang pernah ketahuan melakukan praktik kloning anggota partai untuk memperbanyak jumlah anggota partai. "Kalo kloning, yang satu identitasnya dicoret. Pakai satu saja," katanya.

KPU meminta agar PSI lebih taat pada proses verifikasi jika ingin menjadi parpol peserta pemilu. Menurut Ferry, dalam proses verifikasi akan muncul banyak dinamika. Sebab itu, yang harus dilakukan adalah harus betul-betul melengkapi persyaratan.**


 

Reporter       : Hendry Roris P.Sianturi

Editor           : Bambang Sulistiyo  

Hendry Roris P. Sianturi
25-10-2016 11:03