Main Menu

Demokrat: Jokowi Bisa Diimpeachment, Jika?

Wem Fernandez
07-11-2016 13:47

Wakil Ketua Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan (Gatra/Rifki M. Irsyad/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan menilai, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bisa di-impeachment jika melontarkan pernyataan tanpa mengantongi bukti-bukti yang kuat.

 
Pernyataan Syarief ini merujuk pada apa yang diucapkan Jokowi setelah demo akbar umat Islam '411' pada Jumat (4/11) lalu. Jokowi secara tegas menyebutkan ada aktor politik yang menunggangi aksi menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
 
"Kalau tokoh yang dimaksud tidak terbukti di pengadilan, itu bisa berarti Pak Jokowi bisa dikatakan mencemarkan nama baik. Kalau itu terjadi, bisa masuk di pasal impeachment," jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (7/11).
 
Dia menambahkan, sebagai seorang kepala negara, harusnya Jokowi tidak boleh mengucapkan ada aktor politik, sebab menimbulkan saling curiga antarsesama elite. Lebih elok jika aktor-aktor yang terlibat dalam aksi demo itu langsung diproses hukum.
 
"Kita lihat kalau memang terbukti ya dihukum, kalau tidak presiden harus siap menerima konsekuensi,"
 
"(Menyebutkan ada aktor politik) itu kan pencemaran nama baik, tercela itu! Jadi sebaiknya menurut saya, harus diungkapkan ini kan presiden kita sama-sama. Presiden rakyat Indonesia, 250 juta rakyat Indonesia, itu presiden kita," tegas anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
07-11-2016 13:47