Main Menu

Pimpinan DPR Sarankan RUU Pemilu Dibahas Secara Kluster

Hendry Roris P. Sianturi
21-11-2016 21:22

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (ANTARA/Try Reza Essra/re1)

Jakarta, GATRAnews - DPR RI menargetkan penyelesaian Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu sampai akhir April 2017. Sementara sampai saat ini, DPR RI baru memilih Pimpinan Panitian Khusus (Pansus) RUU Pemilu.


Pimpinan DPR RI, Fadli Zon mengatakan bahwa jadwal pembahasan RUU pemilu akan dilakukan secara intensif.

"RUU pemilu akan jadi yang terpenting dalam beberapa bulan ke depan. Kita berharap RUU Pemilu dapat menghasilkan tiga hal yang berkaitan dengan legislatif, pilpres dan termasuk tentang partai politik," ujarnya di Gedung DPR, Senin (21/11).



Pertimbangan batas waktu dipatok agar KPU dan Bawaslu dapat mempersiapkan peraturan turunan UU pemilu. "Bulan Februari juga akan ada pemilihan KPU dan Bawaslu baru. Dan mereka tentunya harus mempersiapkan Peraturan turunan dari Undang-undang ini. Jadi perlu waktu. Jadi harus ada gerak cepat dari pansus," ujarnya.



Fadli menyarankan agar mekanisme pembahasan RUU dilakukan secara kluster. Tujuannya untuk mempercepat pembahasan RUU. Masalah-masalah yang menjadi titik perbedaan atau masalah krusial bisa dikluster. Seperti kluster parlementery treshold, pilpres, sistem proporsional terbuka dan tertutup dsb. "Masalah yang sudah ngak ada masalah, nggak perlu lagi dibicarakan," ujarnya.

 

Sampai saat ini kata Fadli pemerintah belum menyanpaikan Daftar Inventaris Masalah (DIM) ke DPR. "Baru RUU-nya saja. Kita juga sudah bertemu dengan Mendagri secara informal. Saya, Pak Akom, Pak Fahri," ujarnya.
 




Reporter: Hendry Roris
Editor: Rosyid

Hendry Roris P. Sianturi
21-11-2016 21:22