Main Menu

Aksi Setya Novanto Membersihkan Kader Mbalelo

Rohmat Haryadi
25-11-2016 15:03

Setya Novanto bersih-bersih (golkarpedia.partaigolkar.or.id)

Jakarta GATRANews - Langkah politik Ade Komarudin, Ketua DPR RI, menemui Habib Rizieq dan mengapresiasi demo 411, diduga menjadi penyebab dia menjadi target penggusuran Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar. Sebelumnya, Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pembina Golkar mendapatkan surat teguran dari Ketua Umum Golkar, Setya Novanto. “Surat cinta” pada Aburizal ini melayang setelah Ical menggelar jumpa pers di DPP Golkar yang meminta aparat tegas dalam mengusut penista agama.


Sebelumnya, Fadel Muhammad dipecat dari posisi Sekretraris Dewan Pembina Golkar. Alasannya, Fadel mbalelo karena mendukung istrinya, Hana Hasanah Shahab isterinya menjadi gubernur Gorontalo yang didukung PDI Perjuangan padahal Partai Golkar mempunyai calon sendiri. Namun dosa yang paling besar adalah Fadel pernah minta Golkar menarik dukungan kepada Ahok terkait dugaan kasus penistaan agama.

Keputusan Novanto menegur Ical, memberhentikan Fadel, cukup mengejutkan dan berani. Fadel mengakui dia dipecat Novanto karena meminta Partai Golkar menarik dukungan terhadap Ahok. Fadel mengaku hati kecilnya tidak rela kalau kitab suci agama Islam dilecehkan. “Tidak mendukung Ahok itu dari hati kecil saya, Islam enggak boleh dipermainkan,” kata Fadel.

Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa surat “cinta” ke Ical bukan surat teguran. “Surat itu bukan teguran. Ini keliru. Surat itu adalah mohon pengertian bersama dalam rangka untuk kebersamaan. Itu saja. Itu adalah mohon pengertian dan kebersamaan,” katanya. Sedangkan untuk Fadel lain cerita.

“Kalau Pak Fadel itu memang ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan terkait disiplin partai. Ya, seperti diketahui di Gorontalo, Partai Golkar telah mengusung yang namanya Rusli Habibie. Tetapi, pada saat yang sama Pak Fadel tidak berkampanye untuk Rusli Habibie, tetapi berkampanye untuk calon yang lain. Itu semua jelas kok,” kata Idrus

Sukses “menjewer” seniornya, dan siap menggusur Akom, Novanto kembali makan malam dengan presiden, Selasa lalu. Dia melaporkan situasi yang berkembang. Dalam waktu enam hari, Novanto bertemu dua kali dengan presiden. Pertemuan itu pun mencuatkan kembali campur tangan presiden dalam pendongkelan Akom.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah keterlibatannya. "Itu urusannya Partai Golkar dan itu urusan internalnya DPR. Dasar hukum penetapan ketua DPR kan oleh rapat paripurna DPR ya. Wilayahnya DPR," kata Jokowi.

Jokowi tak menjawab saat ditanya apakah pertemuannya dengan Setya Novanto di Istana, Kamis pekan lalu turut membicarakan pergantian ketua DPR. Presiden juga bungkam mengenai hubungan pergantian pucuk pimpinan DPR dengan aksi unjuk rasa.

Baca Berita Lainnya:

Ahokgate dan Coup d’etat Senayan 1

Mendukung Ahok Beban Politik Golkar


Reporter: Purnawan Setyo Adi
Editor: Rohmat Haryadi

Laporan Utama, Majalah GATRA, No 04 tahun XXIII, Beredar Kamis, 24 November 2016

Save

Rohmat Haryadi
25-11-2016 15:03