Main Menu

Pengamat: Pansus RUU Pemilu Bisa Menjadi Poros Politik 2019

Aditya Kirana
30-11-2016 21:13

Jakarta, GATRANews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Umum yang akhirnya dimenangi oleh koalisi partai menengah yaitu PKB, PAN, Demokrat, dan Gerindra. “Mereka mampu mengalahkan paket lain yang digalang PDIP dan Golkar,” ujar Adi Prayitno, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah kepada GATRA, Rabu (23/11).

 

Apresiasi dan harapan mulai disematkan pada koalisi partai menengah ini. Publik berharap, lanjut Adi, pansus yang diketui Lukman Edy dari PKB ini mampu melakukan manuver politik. Terutama menganulir sejumlah pasal krusial seperti usulan sistem proporsional terbuka terbatas. “Yang dalam praktiknya hanya mengembalikan oligarki partai maupun syarat pengajuan calon presiden yang mengacu pada perolehan pileg 2014,” katanya.

 

Usulan pemerintah dalam RUU Pemilu soal proporsional terbuka tertutup dan syarat pengajuan calon presiden bagi parpol dituding sebagai langkah mundur demokrasi. Dalam konteks proporsional terbuka terbatas, hak politik warga dikebiri karena penentuan calon legislatif berdasarkan nomor urut bukan suara terbanyak. “Sementara soal syarat pengajuan capres juga cukup mencidrai hak politik partai-partai baru,” katanya lagi.

 

Di tengah harapan publik inilah, kata Adi, kinerja dari pansus yang baru terbentuk ini sangat dipertaruhkan. Adi tetap berharap bahwa pansus RUU Pemilu tetap berpihak pada kepentingan demokrasi ketimbang penguasa, yang menurutnya, kerap mengebiri hak politik rakyat. “Namun sepertinya harapan publik ini mengalami banyak kendala, karena akan berhadapan dengan kepentingan partai besar,” ujarnya.

 

Jika koalisi partai menengah ini solid dalam memperjuangkan hak politik warga, bukan tak mungkin koalisi ini bisa menjadi angin segar terbentuknya poros baru menuju pemilu serentak 2019. Sebab, dalam sistem presidensialisme multi partai, perubahan peta koalisi cukup dinamis. “Tak bisa dibaca secara linear,” katanya.


Reporter: Aditya Kirana 

Editor: Dani Hamdani

Aditya Kirana
30-11-2016 21:13