Main Menu

PBNU Minta Semua Pihak Hentikan Pertentangan Berkepanjangan

Ervan
17-05-2017 09:47

Pernyataan Pers Presiden Jokowi Setelah Pertemuan Silaturahmi Kebangsaan dengan Tokoh Lintas Agama (Dok Sekretariat Negara/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah tokoh lintas agama diundang Presiden Joko Widodo untuk hadir dalam forum “Silaturrahmi Kebangsaan” yang diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/5). Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo mengajak seluruh tokoh lintas agama yang hadir untuk bersama-sama mendinginkan suasana melalui forum-forum di lingkup agama masing-masing.

Presiden juga secara eksplisit meminta tokoh lintas agama untuk berperan aktif dalam membangun semangat kebangsaan agar tercipta suasana yang aman, tenteram & kondusif.

Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini dalam pertemuannya dengan Presiden menegaskan kembali komitmen PBNU setia mengawal Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. PBNU juga mengajak semua pihak untuk menahan diri agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan perpecahbelahan bangsa.

"Perbedaan harus bisa kita jadikan sebagai khazanah yang justru memperkokoh tali ukhuwah, bukan malah memecah belah. Ukhuwah wathoniyah (persudaraan sebangsa) harus tetap dijaga sebagai elemen pemersatu bangsa," katanya dalam siaran pers, Rabu (17/5).

Helmy meminta semua pihak menghentikan pertentangan yang berlarut-larut dan berkepanjangan. "Sebagai Negara hukum kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan, apa pun keputusannya," lanjutnya.

Menurutnya PBNU secara pro aktif akan membangun halaqah kebangsaan dengan pelbagai elemen bangsa. "Salah satunya dalam waktu dekat halaqah kebangsaan bersama PP. Muhammadiyah," ucapnya.

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Kapolri & Panglima TNI. Adapun tokoh lintas agama yang hadir adalaha: dari MUI KH. Ma’ruf Amin, H. A. Helmy Faishal Zaini mewakili PBNU, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Hanriette Hutabarat, Ketua Perwakilan Umat Budha Hartati Murdaya, Kutua Umum Perisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tanaya, dan Ketua Majlis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Uung Sandana Linggraja. 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

 

 

 

Ervan
17-05-2017 09:47