Main Menu

Polri Tak Usah Ragu-Ragu Jemput Paksa Miryam Dari KPK

Wem Fernandez
22-06-2017 16:01

Miryam S Haryani (Dok.GATRA/Dharma Wijayanto/HR02)

 

Jakarta,GATRAnews-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah meminta Mabes Polri tak perlu ragu-ragu jika diminta Panitia Khusus Angket KPK untuk menjemput paksa Miryam S. Haryani. Legitimasi Pansus Angket untuk menjalankan fungsi penyelidikan tidak hanya dalam UU melainkan diakui dalam UUD. 

 

“Mabes Polri enggak usah goyang, ambil saja tindakan! Toh Mabes nyuruh Brimob-nya menggeledah anggota DPR enggak ada UU nya, cuma surat selembar doang,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (22/6). 

 

Fahri menyebutkan, DPR merupakan representasi dari daulat rakyat karena dipilih secara langsung. Dengan kata lain, dalam menjalankan tugas pegawasan terhadap lembaga pemerintah, DPR menjalankan amanat dari rakyat. Jangan karena DPR selama ini terus dikritik kemudian KPK atau Polri enggan memenuhi permintaan dari Pansus Angket KPK. 

 

“Ya enggak boleh begitu dong, ini namanya main kuat-kuatan. Ini lembaga sudah dipilih rakyat sebagai pengawas. kalau orang lain mau melemahkan ya silahkan tapi lembaga ini enggak boleh lemah karena dia dipilih rakyat untuk menjadi kuat dan diberi kewenangan yang kuat untuk pengawasan. Enggak bisa karena opini-opini orang dukung KPK, petisi terus lembaga ini jadi lemah?  Eggak bisa,!” tegas politisi PKS ini. 

 

Jika mengacu pada Amerika Serikat yang menganut sistem demokrasi, DPR seharusnya mempunyai polisi parlemen (Parliamentary Police) yang menjalankan tugas seperti menjemput Miryam. 

 

“Jadi jumput paksa sendiri dan eggak perlu ke Mabes Polri. Harusnya begitu sebagai kelembagaan yang independen. Cuma kita ada dalam UU itu ditugaskan kepada Mabes Polri,” demikian Fahri. 


 

 

Reporter : Wem Fernandez  

Wem Fernandez
22-06-2017 16:01