Main Menu

Anggota Dewan: Hak Angket Justru untuk Memperkuat KPK

Nur Hidayat
16-08-2017 19:13

Anggota DPR, Eddy Kusuma Wijaya (GATRAnews/VRU)

Jakarta, GATRAnews - Ketegangan yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai hak angket terus bergulir. Pasalnya, banyak yang menganggap bahwa hak angket yang dikeluarkan oleh DPR bertujuan untuk melemahkan KPK.

Namun, anggapan itu ditolak oleh Angggota DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eddy Kusuma Wijaya. "Justru kami ingin menguatkan KPK. KPK ingin dana, kami kasih. Mau tambah penyidik, juga kami kasih. Di mana unsur melemahkan KPK nya?" ungkap Eddy diseia-sela rapat Paripurna DPR RI, Rabu (16/08).

Sebaliknya, Eddy lantas mempertanyakan komitmen KPK dalam mengungkap kasus korupsi. "Banyak kasus yang ditangani oleh KPK tapi kok yang ditangkap hanya satu atau dua orang?" tanya anggota komisi III ini di Gedung DPR/MPR RI.

Eddy yakin, korupsi sangat mustahil hanya dilakukan oleh satu orang. Mestinya, sambung anggota parlemen daerah pemilihan (dapil) Banten 3 ini, KPK menangkap semua orang yang terlibat korupsi.

Melihat kondisi tersebut, Eddy mengingatkan harus ada yang mengingatkan kinerja KPK. "Angket ini hanya pressure untuk KPK agar kerjanya lebih baik. Bukan melemahkan atau mengintervensi KPK," imbuh Eddy.


Reporter: VRU

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
16-08-2017 19:13