Main Menu

Hadapi Pilkada, PAN Pastikan Tak Meminta Mahar Politik

Wem Fernandez
24-08-2017 14:09

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan (GATRAnews/AR7)


Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Taufik Kurniawan, mengaku tidak ada mahar bagi bakal calon yang hendak maju dalam Pilkada serentak pada 2018 ini jika diusung oleh PAN.


"Saya ini ya ikut PAN sejak lahir 1998, Insya Allah tidak pernah ada yang namanya mahar politik ataupun hal-hal yang terkait dengan komitmen yang berupa uang, di PAN yang ada ya komitmen bangun daerah," jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (24/8).

PAN, klaim Taufik, tetap berkomitmen pada pembangunan daerah. Pernah menjabat sebagai Sekjen PAN 2010-2015 lalu, Taufik mengaku tidak pernah menemui praktik mahar dalam tubuh PAN. Bahkan salah satu pendiri PAN, Amien Rais menegaskan akan memecat keder yang diketahui memberi mahar.

"Insya Allah kita tidak akan memberikan mahar karena PAN itu bukanlah partai rental, bukan partai sewaan. Karena partai ini lahir dari reformasi, PAN sesuai dengan AD/ART jika ada oknum yang bermain bisa langsung dipecat," tegas dia.

Dia mengakui, untuk maju sebagai bakal calon dalam Pilkada memang membutuhkan biaya operasional. Namun kebutuhan ini telah diatur secara proposional oleh KPU untuk mengurangi ongkos politik.

"Tapi kalau yang terkait dengan mahar; mahar itu ibaratkan membeli dukungan tapi saya tidak mengatakan semua partai, tapi khusus PAN tidak ada. Karena manakala itu sudah menjadi partai rental, percayalah pada saat dia terpilih jadi bupati otomatis tanggung jawab morilnya udah lunas pada partai yang mengusung. Padahal kan itu partai pengusung, memiliki tanggung jawab moril pada siapa pun itu, jadi kalau kegagalan, ya kegagalan masyarakat dan juga partai," terang dia.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief prasetyo

Wem Fernandez
24-08-2017 14:09