Main Menu

OTT Itu Kreasi Penyidik KPK Yang Tak Paham Hukum

Wem Fernandez
26-09-2017 18:36

Ketua DPR RI Fahri Hamzah (GATRA/Wem Fernandez/HR02)

 

 

- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah menilai, Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) sebenarnya tidak ada dalam undang-undang (UU). OTT, tegasnya, adalah kreasi penyidik KPK yang tidak paham hukum.

 
“Kan ahli-ahli sudah ngomong, Prof. Romli Atmasasmita dan lain-lain. Di mana kata OTT itu dalam naskah hukum? Enggak ada! Saya juga sudah nyari sampai nungging, enggak ketemu, enggak ada. (OTT) KPK kreasi dari penyidik, saya harus keras ini karena hukum dirusak. Intip sana intip sini!” tegas Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).
 
Apalagi, alat yang dipakai untuk melakukan OTT adalah penyadapan. Dasar penyadapan, tegas Fahri, juga tidak tercantum dalam UU ITE. Pada 24 Februari 2011 lalu, Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur penyadapan juga dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
 
Saat ini, lanjut Fahri, dasar dari penyadapan yang dilakukan KPK menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) internal.
 
“Waktu jadi Pimpinan Komisi III, saya minta SOP itu, sampai hari ini enggak ada. Jadi patut diduga, penyadapan dan pengintaian yang dilakukan tidak ada naskah aturan sama sekali, termasuk SOP. Padahal, SOP penyadapan itu mengatur kehidupan orang lain. Kapan mau disadap? Siapa yang mau disadap?  Enggak boleh disimpan, itu adalah milik umum,” demikian Fahri.
 
Salah satu poin investigasi yang dilakukan Panitia Khusus Hak Angket KPK menemukan bahwa operasi senyap yang kerap dilakukan oleh KPK itu tidak memiliki payung hukum. OTT dijadikan KPK sebagai tools untuk menciptakan opini publik.
 
"OTT ini hanya sebagai alat untuk KPK menciptakan opini publik, padahal ternyata OTT ini tidak berpengaruh pada penyelamatan keuangan negara,” kata Ketua Pansus Angket Agun Gunandjar dalam Sidang Paripurna DPR RI.


Reporter: Wem Fernandez  
Editor: Arief Prasetyo

 

Wem Fernandez
26-09-2017 18:36