Main Menu

Moeldoko Menilai Budaya TNI Mesti Diubah, Ada Apa?

Nur Hidayat
04-10-2017 13:09

[13:14, 10/4/2017] Nur Hidayat: Jenderal purn TNI Moeldoko seusai memberikan ceramah di PARA Syndicate (gatrafoto/VRU/AK9)

Jakarta, gatracom - Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal (purn) Moeldoko memberikan kuliah umum di PARA Syndicate, Jakarta, Rabu (4/10). Moeldoko memberi judul kuliah umumnya "Membaca Indonesia: TNI dan Politik Negara". "Ini temanya sangat kritis, mewakili kejadian akhir-akhir ini," ucapnya.

Ia melanjutkan, meski sudah memasuki usia 72 tahun dan 19 tahun reformasi, pekerjaan rumah paling penting TNI masih berkutat pada budaya TNI. "Masalahnya sebenarnya ada tiga yakni doktrin, struktur, dan budaya," katanya.

Budaya TNI sangat sulit untuk diubah, lanjut Moeldoko, karena TNI pada masa lalu punya hak istimewa dari negara. "Saat reformasi, privilege itu hilang. Gak gampang untuk membiasakan sesuatu yang hilang," tuturnya.

Menurut Moeldoko, ada dua hal yang bisa menghapuskan budaya privilege itu. "Konsisten dan determinasi sangat diperlukan untuk menghapus budaya itu," katanya.

Menurut Moeldoko, semestinya TNI harus membudayakan mendengar dari siapa pun baik kritik maupun saran.

"Sebab, budaya komunikasi juga sudah berubah tidak seperti masa Orde Baru yang dilakukan hanya satu arah dari TNI ke media atau rakyat. Saya dulu melakukan itu. Tapi setiap pimpinan kan beda-beda kebijakannya," tutupnya.


Reporter: VRU
Editor: Nur Hidayat 

Nur Hidayat
04-10-2017 13:09