Main Menu

Terciduk KPK, Golkar Nonaktifkan Aditya Moha

Wem Fernandez
09-10-2017 13:13

Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha (tengah) (ANTARA/Rosa Panggabean/HR02)

 

 

- Partai Golkar akan menonaktifkan salah satu kadernya Aditya Moha karena tersangkut masalah hukum. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca ditangkap karena terlibat penyuapan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono.

 
Aditya ingin membebaskan ibunya, Marlina Moha, yang sudah divonis 5 tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado. Demikian pernyataan Wasekjen Golkar Dave Akbarshah Fikarno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/10).
 
“Tidak, tidak, tidak ada pemecatan, tidak ada pemberhentian untuk saat ini dulu karena biar fokus permasalahan yang dihadapi. Itu tidak otomatis juga langsung diberhentikan atau digeser posisinya. Tapi mungkin sementara waktu dinonaktifkan karena dia tak bisa menjalankan tugas-tugasnya,” kata Dave.
 
Aditya Moha saat ini tercatat sebagai anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan mewakili daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara. Dengan kasus ini, Dave mengakui Golkar akan melakukan evaluasi para kadernya agar setiap kebijakan yang mereka ambil tidak bertentangan dengan UU yang ada.
 
“Dan jangan sampai ada main-main anggaran dan aturan yang bertujuan untuk memperkaya diri sehingga mencoreng nama partai dan juga tugas fungsi utama sebagai wakil rakyat,” tegas Dave.


Reporter: Wem Fernandez  
Editor: Arief Prasetyo

 

Wem Fernandez
09-10-2017 13:13