Main Menu

Kader Terjerat Korupsi, Nasib Golkar Sama Seperti Demokrat

Wem Fernandez
09-10-2017 18:46

Jakarta, Gatracom - Elektabilitas Partai Golkar diprediksi merosot tajam setelah beberapa kadernya terjerat kasus korupsi. Posisi ini pernah dialami partai pemenang Pemilu pada 2009 lalu, Demokrat.


“Golkar tunggu nasib yang sama dengan Demokrat. Sentimen negatif bagi partai politik adalah masalah korupsi dan apa yang terjadi sekarang dengan Golkar akan berdampak pada turunnya elektabilitas dan popularitas Partai Golkar,” jelas Direktur Executive Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago saat dihubungi, Senin (9/10).

Dia menambahkan, situasi ini jelas tidak menguntungkan bagi partai berlambang Pohon Beringin itu yang akan berlaga pada Pilkada serentak 2018 atau pada Pilpres 2019. 

Strategi partai yang masih setia dengan mengusung Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres ini diyakini tidak akan mendongkrak elektabilitas Golkar.

“Yang mendapat keuntungan adalah PDIP, Golkar tetap akan turun. Karena Jokowi dan PDIP tidak bisa dipisahkan, sementara Golkar hanya sebagai pengekor dan tidak akan mendapatkan keuntungan. Tidak ada jaminan dengan mendukung Jokowi, Golkar naik lagi,” kata dia.

Oleh karena itu, ia menyarankan, dalam rangka mengembalikan elektabilitas dan popularitas Golkar perlu segera dilakukan rotasi kepemimpinan di internal Golkar.

“Lakukan langkah antisipasi, seperti lakukan rotasi kepemimpinan, termasuk Ketua Umumnya, Setya Novanto yang cukup menggerus elektabilitas Golkar. Lagi pula Golkar tidak punya program keberpihakan kepada rakyat seperti pertanian, pemberantasan korupsi, tidak bisa ambil kebijakan atau kritik pemerintah,” demikian Pangi.


Reporter: Wem Fernandez 
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
09-10-2017 18:46