Main Menu

Tak Sejalan, AUM Mundur Sebagai Kader PDI-P

Iwan Sutiawan
11-10-2017 17:31

Andi Undru Mario (Iwan Sutiawan/yus4)

Jakarta, gatra.com - Andi Undru Mario menyatakan mengundurkan diri sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Mario (AUM), demikian dia disapa, segera menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada pengurus DPC PDI-P Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).


"Setelah saya renungkan dan meminta pertimbangan dari keluarga dan tim, saya Andi Undru Mario menyatakan mengundurkan diri sebagai kader PDI-P per Ahad, 8 Oktober 2017," kata AUM, Rabu (11/10).

AUM memutuskan mengundurkan diri karena merasa kecewa dengan sikap politik partai moncong putih yang dianggapnya tidak komitmen soal bakal calon (balon) bupati Wajo yang akan diusung.

AUM mengaku, telah melakukan sosialisasi bersama timnya dan membesarkan nama partai. "Tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Sehingga saya telah bulat untuk menyampaikan, bahwa saya berhenti sebagai kader PDIP," ujarnya.

AUM menyampaikan, setelah beberapa bulan memegang amah sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDI-P Wajo, ia dan timnya gencar melakukan sosialisasi dan menggarap potensi ekonomi hampir di seluruh kecamatan di Wajo.

Penemu dan formulator pupuk anorganik Super Tani Indonesia itu mengaku kecewa karena PDI-P malah memutuskan mendukung dan memberikan surat rekomendasi kepada Amran Mahmud, balon dari luar partai yang akan diusung di pilkada Wajo.

Namun demikian, AUM tetap menyampaikan permohona maaf kepada seluruh jajaran partai atas sikap dan keputusan yang mungkin tidak berkenan. Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran partai yang telah memberinya kesempatan untuk berkiprah di partai. "Luar biasa kebersamaan dengan PDI-P selama ini. Akan tetapi, karena saya menganggap sikap dan komitmen politik yang tak sejalan, sehingga kita pun harus berlainan arah," katanya.

Meski mundur sebagai kader PDI-P, namun purnawirawan TNI dengan pangkat Kapten itu mengaku akan tetap berjuang bersama timnya untuk memperjuangkan kesejahteraan warga Wajo.

"Menjadi pemimpin atau tidak di tanah kelahiran saya di Kabupaten Wajo, itu tidak jadi masalah, karena memang selama belasan tahun, saya telah berkarya," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
11-10-2017 17:31