Main Menu

Polisi Gesit Buru Pelaku Penyebar Meme Novanto, PKS; Kasus Yang Lain?

Wem Fernandez
06-11-2017 13:41

Hidayat Nur Wahid. (GATRA/Adi Wijaya/AK9)

Jakarta,Gatracom-Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid melayangkan kritik terhadap kinerja kepolisian yang “gesit” menangkap pelaku yang diduga menyebarkan meme Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Setya Novanto (Korupsi e-KTP; Setya Novanto Minta KPK Izin ke Presiden Jokowi Dulu). 

 

Jika polisi langsung sigap meringkus pelaku dalam kasus dugaan penghinaan ini, bagaimana dengan kasus-kasus lain yang dilaporkan sebelumnya.? 

 

“Bagus juga rekan-rekan polisi untuk memproporsionalkan masalah yang dilaporkan ke polisi. Masa polisi langsung sigap, tanggap tentang hal ini sementara yang lain dilaporkan tapi polisi juga enggak ada progresnya,?” 

 

“Jadi menurut saya, ini juga tantangan terhadap keberpihakan polisi untuk menegakan hukum seadil-adilnyanya. Jadi kalau ada satu di proses, yang lain yang lebih dulu di proses, lebih dulu juga dong! Jangan yang sudah empat bulan yang lalu, yang dilaporkan empat partai ngelaporin, enggak ada tuh progresnya,” tegas Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (6/11). 

 

Menurut dia, kritik melalui meme yang dilayangkan sejumlah akun sosial adalah hal yang lumrah. Namun para pengkritik juga harus memperhatikan kondisi objek yang dikritik. Novanto misalnya, tidak elok jika kondisinya yang sedang sakit justru menjadi bahan kritikan. (Lembaga Bantuan Hukum Pers: Meme adalah Kritik)

 

“Saya dulu menyatakan kasihan betul orang lagi sakit dibuatkan meme kayak begitu. Jadi menurut saya, kritik iya, tapi bagus juga kalau kritik itu mempertimbangkan, waktu itu kan beliau sakit. Bahwa kalau sekarang beliau sehat nah itu masalahnya berbeda lagi. Bagus kalau mengkritisi juga tetap mempertimbangkan kemanusiaan yang adil dan beradab,” tegas dia. 

 

Pihak kepolisian pasca mendapatkan laporan dari kuasa hukum Novanto langsung bergerak cepat dengan meringkus sejumlah orang yang diduga menyebarkan meme di akun sosialnya. Laporan dari Novanto tertuang dalam LP/1032/X/2017/Bareskrim itu tertanggal 10 Oktober. 

 

Pihak yang ditangkap polisi yakni kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dyann Kemala Arrizqi. Dyann ditangkap di kediamannya di kawasan Tangerang. Selain Dyann, polisi masih memburu para penyebar meme lainnya. Jumlah akun yang dilaporkan Setnov mencapai puluhan. Ada 31 akun yang terdiri dari 15 akun twitter, 9 akun Instagram, dan 8 akun Facebook. 


 

 

Reporter : Wem Fernandez  

Wem Fernandez
06-11-2017 13:41