Main Menu

Titiek Soeharto; Sekjen Golkar Harus Dari TNI

Wem Fernandez
19-12-2017 16:51

Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto (Antara/Sigid Kurniawan/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyerahkan sepenuhnya revitalisasi Golkar kepada Ketua Umum, Airlangga Hartarto. Revitalisasi perlu dilakukan untuk meningkatkan mesin serta soliditas partai. Namun untuk urusan posisi Sekretaris Jenderal, menurutnya harus dari kalangan militer.

“Kalau saya lebih baik serahkan, kalau bisa (Sekjen) yang TNI. Kita sudah lama, Golkar enggak punya Sekjen yang dari TNI. Waktu itu zamannya Orde Baru Sekjennya TNI. Kita bisa solid, bagus Golkar-nya,” kata Titiek di JCC, Senayan, Selasa (19/12). Siapa nama yang tepat mengisi posisi yang kini dijabat Idrus Marham tersebut,? Titiek sendiri tidak mengetahuinya secara pasti. Kewenangan untuk mengatur teknis revitalisasi ada pada Airlangga. “Saya enggak tahu,” singkat dia. 

Putri ke-2 Presiden Soeharto tersebut juga menampik ada komunikasi atau deal politik dengan Airlangga untuk mengisi jabatan tertentu di Golkar. Yang perlu ditekankan saat ini adalah komitmen menjaga Golkar agar tetap solid. “Kita saling bantu lah,” demikian Titiek.

Sementara itu menurut Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Mahyudin,  struktur kepengurusan di bawah Setya Novanto terlampau gemuk sehingga tidak dinamis dan 'lincah' dalam mengambil keputusan. Alhasil, struktur baru hasil revitalisasi  Airlangga harus ramping. "Biar lebih dinamis dan lincah dalam melakukan kegiatan politik jelang 2018 dan 2019 ini. Jumlah kepengurusan (di bawah Novanto) terlalu banyak, jadi mungkin disederhanakan. Sekarang ada 370 pengurus mungkin bisa di bawah 200 saja," 

"Terkait bagaimana bidang-bidang itu nanti tergantung ketua umum bagaimana hasil Munas ini terkait struktur, karena kabar yang saya dengar ketua harian akan tidak ada," kata dia. 
Reporter : Wem Fernandez  
Editor       : Cavin R. Manuputty
Wem Fernandez
19-12-2017 16:51