Main Menu

PKB Tunggu Persetujuan Cak Imin Untuk Jadi Calon Pimpinan MPR

Wem Fernandez
08-02-2018 12:22

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Dok GATRA/Andi Anggana/FT02)

Jakarta, Gatra. com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan nama Muhaimin Iskandar sebagai Wakil Ketua MPR yang baru. Usulan ini sesuai kesepakatan antara pemerintah dan DPR terkait penambahan tiga kursi pimpinan baru di MPR dalam revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3).

 

“Kita dengan senang hati (mengusulkan)  kalau beliau mau,” singkat Wasekjen PKB Jazuli Juwaini saat dihubungi wartawan, Kamis, (8/2). Jazuli menambahkan, meski sepakat untuk mengusulkan Cak Imin —-panggilan akrab Muhaimin Iskandar— keputusannya tetap berada di tangan Cak Imin sendiri.  

“Yang jelas keputusan ada di tangan beliau. Kalau kita masih menunggulah, kepastian dari revisi itu kayak apa,” jelas Jazuli. Revisi UU MD3 rencananya akan segera dibawa ke rapat paripurna DPR untuk disahkan.

 

Penempatan Cak Imin sebagai Wakil Ketua MPR yang baru ini semata-mata untuk perbaikan performa MPR ke depannya. Dia membantah, dengan jabatan ini peluang PKB dalam sosilisasi Cak Imin maju dalam Pilpres 2019 mendatang semakin besar. 

 

“Belum ada keputusan final kok revisinya, tunggu saja,” demikian Jazuli. Pemerintah dan DPR akhirnya sepakat dengan penambahan tiga kursi pimpinan di MPR. Kesepakatan itu diperoleh usai rapat kerja antara Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dalam pembahasan revisi UU MD3, Rabu, (7/2), malam kemarin. 

 

Sebanyak 8 fraksi setuju dengan penambahan ini sedangkan 2 fraksi yaitu PPP dan Partai Nasdem menolak membahas hal ini dalam rapat paripurna.  Dasar dari penambahan ini yaitu mengakomodasi kursi terbanyak partai yang memenangkan Pemilu pada 2014 lalu agar azaz keterwakilan dapat tercapai. Selain MPR, terdapat juga penambahan satu kursi pimpinan DPR dan DPD. 


 

Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Hendri Firzani

 

 

Wem Fernandez
08-02-2018 12:22