Main Menu

Komisi II DPR: Bawaslu Terlalu Berlebihan Keluarkan Aturan Ceramah

Wem Fernandez
10-02-2018 12:03

Ahmad Riza Patria (GATRAnews/Wem Fernandez/re1)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ahmad Riza Patria menilai rencana Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menyusun aturan soal materi khotbah bagi para tokoh agama terlalu berlebihan.


 
“Isi ceramah dilihat kalau sesuai dengan tuntutan agama, itu tidak masalah.  Mengapa mengatur-ngatur ustadz?  Jadi Bawaslu tidak usah terlalu berlebihan. Mereka (para ustadz) lebih pahan ceramah agama,” jelas Riza disela-sela HUT ke-10 Partai Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, (10/2).
 
Politisi Gerindra ini menambahkan, tidak masalah jika ceramah para alim ulama ‘menyerempet’ seputar politik atau Pilkada yang akan berlangsung tahun ini. Asal tidak bertentangan dengan Undang-Undang (UU).
 
“Agama kan mengajarkan demokratisasi, keadilan dan peratuan, menganjurkan silaturahmi. Bawaslu tidak usaha berlebihan karena mereka (Ulama) adalah orang-orang terdidik dan berpengalaman. Jadi sama-sama saling mengohormati lah,” terang dia.

Dalam waktu dekat, lanjut Ketua DPP Partai Gerindra itu, Komisi II akan memanggil Bawaslu untuk mempertanyakan ihwal wacana tersebut.

Sebelumnya, demi menghindari gesekan politik atau konflik berdasarkan suku, agama, ras, dan antara golongan (SARA), Bawaslu akan mengeluarkan aturan yang mengatur ceramah para tokoh agama. Isi dari aturan ini, menurut  Ketua Bawaslu Abhan, tengah disusun dan nantinya akan disosialisasikan kepada para pemuka agama. Materi ceramah keagamaan bisa tentang bahaya politik uang dan politisasi SARA dalam pilkada.



 
Reporter : Wem Fernandez  
Editor : Flora L.Y. Barus
 


Wem Fernandez
10-02-2018 12:03