Main Menu

Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK, Golkar Minta Fayakhun Tabah

Wem Fernandez
15-02-2018 13:20

Fayakhun Andriadi(ANTARA/Sigid Kurniawan/re1)

 

class="s1">Jakarta, Gatra. com - Penetapan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menimbulkan keprihatinan jajaran pimpinan pusat Golkar. 

 

Status Fayakhun, pun mendapat perhatian dari sejumlah elite partai berlambang pohon beringin tersebut. Wasekjen Golkar, Maman Abdurrahman misalnya, meminta semua jajaran Golkar menyikapi serius permasalahan ini. Mengingat, Pilkada serentak dan Pilpres sudah di depan mata. 

 

“Saya prihatin dan semoga Fayakhun tabah, mengingat ini sudah kesekian kalinya kader-kader Golkar yang terkena. Situasi ini akan disikapi secara serius oleh Partai Golkar,” tegas dia saat dihubungi wartawan, Kamis, (15/2). 

 

Secara terpisah, Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menambahkan, status Fayakhun merupakan kenyataan pahit yang harus diterima Golkar. Bagaimanapun, Fayakhun merupakan salah satu kader muda terbaik Golkar yang memiliki segudang prestasi. 

“Namun kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain menerima situasi yang terjadi. Dengan berat hati Golkar harus merelakan Fayakhun untuk fokus dan konsentrasi mengikuti proses hukum yang akan dijalaninya. Golkar hari ini adalah Golkar Bersih, yang "zero tolerance" terhadap korupsi,” ujar Doli. 

Sebagai partai yang juga mengedepankan sisi kemanusiaan dan memiliki kepedulian terhadap kadernya, Doli memastikan, Golkar akan tetap memberikan bantuan hukum kepada Fayakhun.

 

Sementara itu, menurut Ketua Dewan Pembina Golkar, Agung Laksono, Golkar akan memberhentikan Fayakhun dari kepengurusan. Keputusan ini diketahui setelah dirinya bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. 

 

Sebagai gantinya, Airlangga akan menunjuk Plt untuk menggantikan Fayakhun. "Beliau (Airlangga) menyatakan akan memberhentikan, menonaktifkan Fayakhun, dan menetapkan Plt. Siapa orangnya, belum jelas," kata Agung di kediamannya, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (14/2) malam.

 


 

Reporter : Wem Fernandez 

Editor: Hendri Firzani

Wem Fernandez
15-02-2018 13:20