Main Menu

Demokrat Butuh Waktu Sodorkan Figur AHY di Poros Baru Pilpres

Wem Fernandez
22-02-2018 10:59

Pengendara melintas di samping baliho bergambar Agus Harimurti Yudihoyono disalah satu ruas jalan di Jakarta Selatan. (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra. com - Partai Demokrat belum menentukan target partai politik yang akan digandeng saat menghadapi Pilpres, 2019 mendatang. Sejauh ini, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut masih dalam tahap penjajakan. 

 

“Kita juga menginginkan kader kita untuk berlaga di dalam Pilpres, apakah itu menjadi presiden atau menjadi wakil presiden. Dan seperti apa koalisinya yang harus kita lakukan masih dalam taraf penjajakan dan pembicaraan. Belum ada yang dikeluarkan,” jelas Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Demokrat Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (22/2). 

 

Faktor utama harus dibentuknya koalisi dengan partai lain adalah syarat dalam UU Pemilu yang mengharuskan setiap partai pengusung calon harus memiliki  ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20% kursi DPR atau 25%  perolehan suara sah nasional. Saat ini, sambung Agus, persentase ambang batas Demokrat berada pada angka 10% lebih. 

 

“Koalisi ini perlu waku karena kita harus beri hal yang terbaik dalam koalisi.  Untuk itu Demokrat tetap melaksanakan lobi-lobi politik untuk mencapai koalisi yang permanen,” jelas dia. 

 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini juga masih ‘malu-malu’ menyebutkan kalau Demokrat akan membuat poros baru yang akan memasang putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono(AHY)  sebagai kandidat yang diusung. 

 

Mengingat, PPP, PAN dan PKB sejauh ini sudah sering melakukan pertemuan intens untuk berbicara soal bakal calon wakil presiden yang menemani petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

 

“Itu yang saya sampaikan, kan yang sudah ada dua poros (PPP,PKB, PAN dan PDI-Perjuangan). Bisa tiga poros, bisa juga dua poros. (Calonkan AHY) itu masih dalam pembicaraan dan koordinasi yang lebih matang,” terang dia. 


 

Reporter : Wem Fernandez 

Editor : Bernadetta Febriana

Wem Fernandez
22-02-2018 10:59