Main Menu

Hanura Daryatmo Optimis Permintaan Oso Ditolak DPR

Wem Fernandez
22-02-2018 11:56

Politisi Partai Hanura Dadang Rusdiana (Dok. DPR/FT02)

Jakarta, Gatra. com - Wakil Sekjen Hanura kubu Daryatmo, Dadang Rusdiana menanggapi santai permintaan kubu Oesman Sapta Odang (Oso) kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) ihwal rotasi susunan fraksi. 

 

Baginya, dengan gugatan yang diajukan ke PTUN DKI Jakarta terkait SK Menkumham yang diserahkan kubu Oso, permintaan tersebut tidak bisa terealisasi. 

 

“Oh itu versi Pak Oso-Harry Lontung Siregar, silahkan saja. Tetapi karena Hanura sedang berkonflik dan kita sedang melakukan gugatan melalui PTUN No Perkara : 24/G/201 tanggal 22 Januari 2018, tentunya Pimpinan DPR tidak bisa menindaklanjutinya,” tegas Dadang saat dihubungi, Kamis, (22/2). 

 

Dadang meyakini, pimpinan DPR tidak akan menindaklanjuti surat tersebut karena masih bermasalah di ranah hukum. Lagipula, untuk perubahan susunan fraksi perlu pengumuman dalam rapat paripurna. 

 

“Perubahan itu kan harus diumumkan di paripurna, tidak serta merta, jadi kita tunggu keputusan PTUN. Surat perubahan pimpinan Fraksi dan AKD tidak bisa ditindaklanjuti oleh Pimpinan DPR,” tegas Dadang. 

 

Kamis (22/2) hari ini, Sekretaris Jendral DPP Hanura kubu Oesman Sapta Odang (Oso), Herry Lontung Siregar menyerahkan sejumlah nama  yang ditargetkan untuk diganti. Kepada awak media, Herry membantah rotasi pimpinan di fraksi terkait konflik internal yang mendera Hanura.

 

“Ini kan penyegaran supaya ada perbaikan dalam melakukan tugas-tugas ke depan. Dan ini enggak ada menyingkirkan, semua masih menjabat di situ. Ini penyegaran untuk menghadapi agar ke depan lebih bagus,” terang Herry di  Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. 


 

Reporter : Wem Fernandez  

Wem Fernandez
22-02-2018 11:56