Main Menu

PPP: Calon Presiden Tunggal Bukan Sesuatu yang Haram

Wem Fernandez
02-03-2018 17:03

Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi (Dok.PPP/RT)

Jakarta, Gatra.com-Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi menyebutkan, tuduhan bahwa partai pemerintah menyiapkan skenario calon tunggal presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sangat tidak berdasar. Dengan ketentuan presidential threshold 20% kursi DPR atau 25%  perolehan suara sah nasional yang diatur dalam UU Pemilu, skenario ini tentu sangat berat untuk dijalankan. 

 

“Saya kira itu tudingan tak berdasar. Dengan ketentuan 20% kursi sebagai syarat dukungan capres, sudah hampir pasti tidak ada calon tunggal. Karena parpol di luar koalisi Jokowi masih bisa membentuk poros koalisi baru,” jelas Baidowi saat dihubungi di Jakarta, Jumat, (2/3). Skenario calon tunggal capres sebelumnya diutarakan Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria. Hal ini sudah ‘dicium’ Gerindra saat koalisi partai pendukung pemerintah setuju mengesahkan presidential threshold sebesar 20% kursi. 

 

Sebagai bentuk sikapnya, saat ketentuan ini disahkan dalam rapat paripurna, Gerindra memilih walk out. Bagi Riza, skenario calon tunggal tidak menyehatkan sistem demokrasi yang ada. Berbeda dengan Riza, menurut Baidowi, hadirnya calon tunggal bukanlah sesuatu yang haram dalam demokrasi. Pada pesta Pilkada fenomena calon tunggal sudah banyak bermunculan. 

 

“Namun demikian tak ada niatan sedikitpun dari kami untuk menciptakan calon tunggal dalam pilpres. Buktinya tidak semua parpol masuk koalisi pemerintahan. Dan yang masuk pemerintahan belum semuanya deklarasi ke Jokowi. Jd berpolitik yg normal dan alamiah saja agar tidak selalu mencurigai pihak lain,” tegas dia. 


Reporter : Wem Fernandez  

 

Wem Fernandez
02-03-2018 17:03