Main Menu

Fraksi PKS Ajak Generasi Milenial Jadi Pebisnis

Ervan
21-03-2018 14:35

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwainni ajak generasi milenial jadi pebisnis. (Dok.PKS/RT)

Jakarta, Gatra.com- Fraksi PKS di DPR RI mengajak generasi muda atau yang akrab disebut generasi milenial untuk mengembangkan wirausaha atau bisnis sejak dini. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam sambutan pembukanya mengatakan Indonesia saat ini masih defisit pengusaha atau wirausahawan.

Rasio wirausaha Indonesia menurut data BPS 2017 baru naik di angka 3,1% (sebelumnya hanya 1,6%), tapi masih jauh tertinggal dari negara tetangga (Malaysia 5%, Singapura 7%, Cina 10%, Jepang 11%, dan AS 12%). Perlu gerakan kolektif memajukan dunia wirausaha kita. Itulah yang memotivasi Fraksi menginisiasi RUU Kewirausahaan. 

 

"Negara yang besar dan maju bertumpu pada kewirausahaan bangsanya. Indonesia punya kapasitas untuk itu, tapi perlu didukung kerangka kebijakan yang fokus, terarah, dan sistematis untuk memajukan kewirausahaan nasional. Itulah pentingnya RUU Kewirausahaan," kata Jazuli dalam diskusi publik "Lejitkan Bisnis Start Up Melalui RUU Kewirausahaan" di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3).

 

Hadir sebagai narasumber diskusi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Anggota Pansus RUU Kewirausahaan dari PKS Martri Agung, Pebisnis Muda Start Up dan Juara Start Up Internasional di Turki 2015 Andreas Senjaya dan Pegiat Industri Galangan Kapal Dwi Septya.

 

Menurut Anggota Komisi I ini, salah satu yang telah dan terus mengangkat rasio wirausaha Indonesia adalah generasi muda ini. "Kita ajak kolaborasi anak-anak muda untuk melakukan terobosan di bidang kewirausahaan melalui model bisnis start up yang saat ini berkembang begitu pesat dan menjanjikan. Dan rata-rata pelaku bisnis ini anak muda yang memang punya kreativitas dan inovasi kuat," ungkapnya. 

 

Melalui forum diskusi publik ini, Fraksi PKS DPR juga meminta masukan konten dari generasi milenial untuk memperkaya dan memperkuat subtansi RUU Kewirausahaan yang saat ini sedang dalam proses pembahasan. 

 


Reporter: Ervan Bayu

 

 

Ervan
21-03-2018 14:35