Main Menu

Soal Pertemuannya dengan Prabowo, Luhut: Ya, Biasa-Biasa Saja

Anthony Djafar
07-04-2018 21:51

Luhut Binsar Pandjaitan memberikan pembekalan dalam orientasi fungsionaris Golkar. (dok. DPP Golkar/ton).

 

Jakarta, Gatra.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pertemuannya dengan Prabowo Subianto merupakan sesuatu yang biasa saja dan tidak ada yang luar biasa untuk dibicarakan.


“Pertemuan biasa saja. Teman lama. Ya, biasa-biasa saja, ketawa-ketawa. Kalaupun ada (permbicaraan serius), masak saya cerita ke kamu,” kata Luhut usai memberikan pembekalan dalam orientasi fungsionaris DPP Partai Golkar, di Hotel Red Top, Jakarta, Sabtu malam (7/4).

Menjawab pertanyaan wartawan, Luhut menyebut bahwa pertemuan dengan Prabowo, bukan pertama kali ini saja tetapi sudah sering bertemu, hanya jarang saja diekspose media.

“Saya dengan Pak Prabowo teman lama. Kami ketemu. Bukan kali itu saja. Dan sudah sering ketemu,” kata Luhut.

Luhut mengakui bahwa banyak hal yang dibicarakan dengan Prabowo diantaranya saling bertukar pandangan mengenai bangsa ini.

“Kami bertukar pandang, ada mungkin yang cocok, ada yang tidak cocok. Intinya, kami berteman,” katanya.

Diakui Luhut bahwa dirinya justru mendorong Prabowo untuk maju saja di Pilpres 2019. “Saya dorong untuk maju aja. Kayaknya mempersiapkan diri. Pak Prabowo sehat-sehat saja. Pak Presiden dan pak Prabowo baik-baik saja kok,” katanya.

Terkait pembekalan dalam orientasi Caleg Golkar, Luhut kembali mengingatkan agar Golkar selalu menjaga kesoliditan dalam berpartai. Golkar harus kompak.

“Harus bisa bekerja lebih bersih dengan slogannya bersih dari korupsi. Jangan ada lagi kader Golkar yang terlibat korupsi. Tetap mendukung ketua umum dan Sekjennya satu paket yang kuat sehingga target Golkar dapat 110 atau 120 kursi di parlemen,” katanya.

Luhut menjelaskan bahwa Golkar saat ini sudah matang dala, berpartai dan sepanjang bisa mengkapitalisasi dukungan terhadap Presiden Jokowi, maka bukan tidak mungkin Golkar akan meningkat dan tampil bagus nantinya di tahun 2019.

“Sekarang ini, Golkar cukup solid dengan kepemimpinan Airlangga dan Jendral Lodewijk Paulus yang penuh pengalaman, matang bersama Airlangga. Kalau sudah diputuskan sesuatu itu, maka harus dituruti. Kalau mau Golkar tambah hebat, harus punya garis komando yang bagus dan saya lihat itu ada pada mereka berdua (Airlangga-Lodewijk),” kata Luhut.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
07-04-2018 21:51