Main Menu

Tour de Jogja, SBY Klaim Berjasa dalam UU Keistimewaan

Mukhlison Sri Widodo
09-04-2018 16:02

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Yogyakarta. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com -  Presiden RI ke enam sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan peran dan jasanya dalam melahirkan Undang-Undang Keistimewaan (UUK). 

 

Di depan kader partainya, SBY mengingatkan mereka untuk terus mengawal UUK.

“Sejak kemerdekaan hingga masa kepemimpinan saya, di tangan kader Demokrat yang bernama Susilo Bambang Yudhonono lahirlah UUK yang sudah lama ditunggu rakyat Yogyakarta,” kata SBY di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Senin (09/4).

SBY menyatakan hal itu saat memberi sambutan dalam Pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat se Yogyakarta. 

Acara ini dipopulerkan, termasuk di media sosial, dengan tajuk "SBY Tour de Jogja".

Tampak hadir istri SBY, Ani Yudhoyono, dua putra SBY yakni sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Pemenangan Pemilu PD Edhie Baskoro Yudhoyono, juga Sekretaris Jenderal PD Hinca Pandjaitan.

Menurut SBY, UUK ini menjadi bukti nyata dirinya sebagai presiden saat itu tidak berhenti melahirkan program dan kebijakan yang mensejahterakan rakyat.

Ia berkata, UUK lahir melalui proses panjang dan jadi bukti dirinya memberikan perhatian pada desain, struktur, dan tatatan pemerintah daerah yang baik.

“Harapan saya kapada seluruh kader Partai Demokrat bersama pemimpin di Yogyakarta mengawal jalannya UUK demi kesejahteraan rakyat. Tidak usah banyak janji, turun ke masyarakat dengarkan harapan dan keluhan mereka,” lanjutnya.

Dalam riwayatnya, pengesahan UU Keistimewaan pada 2012 sebenarnya tak mulus. Rancangan UU tersebut diwarnai pro kontra termasuk karena sejumlah pernyataan SBY yang menyebut Yogyakarta menganut sistem monarki hingga soal rangkap jabatan kepala daerah yang disebut mirip di "ketoprak".  

Saat itu, Fraksi PD DPRD DI Yogyakarta juga tak setuju kepala daerah DIY ditetapkan seperti pendapat arus utama publik Yogyakarta.

Di ajang "Tour de Jogja" ini, SBY juga menyinggung bahwa dirinya memiliki kenangan indah di Yogyakarta, yakni saat menjabat Komandan Resimen (Korem) 072/Pamungkas pada 1995.

Menurut dia, saat menjadi presiden, ia sering berkunjung dan  bekerja di Yogyakarta. 

Ketika masyarakat DI Yogyakarta tertimpa musibah, SBY pun menyatakan secepat mungkin hadir dan tinggal di Yogyakarta.

“Saya juga mengkoordinasi pemerintah daerah seluruh Indonesia agar membantu meringankan penderitaan rakyat DI Yogyakarta,” ujarnya.

Di acara ini, Hery Sebayang dilantik sebagai Ketua DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta. 

Setelah itu, SBY bersama petinggi Demokrat melakukan konsolidasi kader untuk memenangkan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019. 


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
09-04-2018 16:02