Main Menu

AHY: Pembentukan Poros Ketiga Tidak Mudah

Mukhlison Sri Widodo
09-04-2018 16:12

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembentukan koalisi baru atau poros ke tiga dalam pilpres 2019 tidak akan mudah. 

Sebab, aturan Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan dinilai menghambat gerak partai politik dalam mengusung calon presiden wakil presiden.

Dalam ketentuan ini, parpol atau gabungan parpol harus mengantongi 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres pada 2019.

“Presidential threshold  banyak mengunci partai-partai politik dalam mengusung calon presiden dan wakil presiden di 2019 nanti,” kata Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat yang juga putra ketua umum partai tersebut, Susilo Bambanh Yudhoyono, Selasa (9/4), di JEC, Bantul, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Menurut dia, dengan aturan itu, hanya segelintir partai yang mampu menyatukan partai lain dan membentuk koalisi. 

"Tidak banyak partai politik yang cukup kuat menjadi jangkar dan mempersatukan partai-partai politik lain," kata AHY.

Ia pun mengisyaratkan pengusungan calon baru untuk melawan Presiden Jokowi akan berat. AHY mengatakan kehadiran poros ketiga di pemilu 2019 masih mungkin, meski tidak mudah.

Ia mengaku, Partai Demokrat sudah melakukan komunikasi dengan berbagai partai, meski tidak semuanya harus ditampilkan di media. Banyak juga di belakang layar.

“Intinya, dalam koalisi kami ingin ada chemistry dan rasa saling percaya berdasar goodwill karena satu cara pandang, visi misi, dan platform yaitu mensejahterakan rakyat,” katanya.

AHY memastikan, keputusan berkoalisi Demokrat dalam pilpres 2019 akan diumumkan pada Agustus 2018. 

"Di politik segalanya masih mungkin. Tidak boleh mendahului rencana Tuhan. Hanya ada dua poros atau tiga. Ini terus diolah tapi memang tidak mudah dan sesederhana seperti  yang dibayangkan," katanya.

Di hadapan ratusan kader Partai Demokrat, AHY meminta pengurus DI Yogyakarta solid dan berkonsentrasi pada pemenangan dan hasil yang lebih baik dibandingkan hasil pemilu 2014.

“Kami targetkan minimal meraih 15 persen suara. Khusus DI Yogyakarta ini menjadi tugas khusus yang kami titipkan,” lanjutnya.

Menurut dia, sebagai daerah yang selama dua tahun ini tidak melaksanakan pemilihan kepala daerah,  pengurus Partai Demokrat DI Yogyakarta bisa berkonsentrasi memenangkan pemilu 2019.

Ketua DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta yang baru dilantik, Heri Sebayang, menyatakan  kader PD siap memenangkan Demokrat.

“Apakah calon PD menjadi Presiden atau Wakil Presiden di pemilu tahun depan, kami akan bekerja keras dan satu suara meraih kemenangan demi mengembalikan kejayaan Partai Demokrat,” kata Heri.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
09-04-2018 16:12